Matatelinga - Medan, Pencanangan Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalulintas di Lapangan Merdeka Medan dihadiri sekitar 5.000 orang yang terdiri dari pelajar, kelompok masyarakat, komunitas kenderaan bermotor dan kelompok masyarakat, Minggu (26/1). Dengan pencanangan yang dilakukan Gubsu H Gatot Pujonugroho ST ini, diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat agar kedisiplinan di jalan raya dapat dijadikan budaya dalam kehidupan sehari-hari
Acara pencanangan ini turut dihadiri Kapoldasu Irjen Pol Syarief Gunawan, Pangdam I/BB Mayjen TNI Istu Hari Subagio, Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi, unsur Forum Kuminkasi Pimpinan Daerah Sumatera Utara dan Kota Medan, Kapolresta Medan Kombes Nico Afinta Karo-Karo, para pejabat tinggi di jajaran Poldasu dan Polresta Medan serta para peserta yang mengikuti acara pencanangan tersebut.
Serangkaian kegiatan digelar untuk memeriahkan acara pencanangan tersebut. Mulai senam bersama, atraksi polisi remaja yang diperagakan siswa SLTA, tarian Sigale-gale yang dipersembahkan petugas Dirlantas Poldasu, atraksi drum band, penampilan penyanyi dangdut asal ibukota Ira Swara, penyematan pin serta pemakaian helm standard bagi yang dilakukan secara simbolis kepada perwakilan komunitas sepeda motor. Serta pembagian aneka hadiah, termasuk tiga hadiah utama yakni sepeda motor bagi para peserta melalui lucky draw.
Yang menarik lagi, acara pencanangan ini juga diisi dengan testimoni yang disampaikan 3 orang warga sebagai korban kecelakaan lalu -lintas. Dengan pengakuan dan peristiwa kecelakaan yang telah mereka alami, maka seluruh peserta yang hadir agar sadar dan selalu disiplin dan mematuhi seluruh peraturan lalu-lintas saat berkenderaan di jalan raya agar tidak menjadi korban seperti mereka.
Acara pencanangan Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Belalulintas ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Untuk tingkat pusat, pencanangan dilakukan langsung Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta. Untuk tingkat Provinsi Sumatera Utara, dipusatkan di Lapangan Merdeka Medan.
Dalam sambutannya, Gubsu mengajak seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk menjadikan acara pencanangan Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalulintas ini sebagai budaya sehingga masing-masing masyarakat saat berkenderaan di jalan raya selalu disiplin dan mematuhi peraturan yang ada agar tidak menjadi korban kecelakaan.
Ungkapan ini disampaikan Gatot, sebab dia melihat sampai saat ini tidak sedikit masyarakat yang kurang disiplin saat berkenderaan di jalan raya. Kemudian masih sering terjadinya saling berlomba kecepatan untuk mendahului tanpa mempedulikan keselamatan pengguna kenderaan lainnya. Di samping itu masih banyak ditemukan warga yang tidak menggunakan helm sesuai standar ketika mengednderai sepeda motor.
“Inilah contoh yang sangat berpotensi timbulnya kecelakaan di jalan raya, sehingga merenggut jiwa. Angka kematian yang timbul akibat kecelakaan cukup tinggi. Itu sebabnya kecelakaan lalu lintas masuk 10 besar peringkat yang menjadi penyebab kematian di dunia. Kondisi ini terjadi akibat pengemudi kenderaan bermotor tidak disiplin di jalan raya. Untuk itulah melalui momen ini, saya mengajak seluruh masyarakat supaya selalu tertib dan disiplin di jalan raya,” kata Gatot.
Sementara itu Kapoldasu Irjen Pol Syarief Gunawan mengatakan, selain terus melakukan sosialisasi tentang tertib lalu lintas, juga harus dilakukan pencegahan sejak dini guna mengurangi terjadinya kecelakaan. Artinya, masyarakat mulai sejak kanak-kanak harus diajari dan dikenali cara berlalu-lintas dengan baik. Dengan begitu setelah besar dan sudah diperkenankan mengemudikan kenderaan bermotor baik roda dua maupun empat, mereka akan tertib dan disiplin saat berkenderaan di jalan raya.
Kapoldasu mengakui, tidak sedikit ditemukan pengemudi kenderaan bermotor yang tidak tertib di jalan raya. Ada yang menggunakan handphone saat berkenderaan, ada juga yang tidak menggunakan helm ketika mengenderai sepeda motor. Padahal pihaknya tak pernah henti memberikan himbauan agar tindakan-tindakan seperti itu tidak dilakukan.
“Nah kalau sudah terjadi kecelakaan, saling menyalahkan. Untuk itulah apa yang menjadi permasalahan yang disampaikan dalam pidato Bapak Presiden maupun Gubsu, kita akan melakukan upaya-upaya yang lebih baik lagi sehingga dapat menyentuh langsung kepada masyarakat,” kata Kapoldasu.
Sedangkan Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi menjelaskan, pihaknya akan segera melakukan perbaikan-perbaikan sarana dan prasarana jalan yang ada di Kota Medan guna mencegah terjadinya kecelakaan. Selain itu pihaknya terus menghimbau seluruh masyarakat, mulai pelajar di sekolah-sekolah maupun bagi yang bekerja perkantoran agar selalu tertib dan disiplin ketika berkenderaan di jalan raya.
“Saya berharap sebelum melakukan perjalan, lakukanlah persiapan dengan baik seperti kondisi tubuh cukup fit untuk melakukan perjalanan, mengecek kondisi kenderaan guna memastikan kenderaan yang akan digunakan benar-benar layak, serta selalu membawa surat-surat kelengkapan kenderaan. Dan yang lebih penting lagi, selalu tertib dan disiplin saat mengemudikan kenderaan. Jika ini dilaksanakan dengan baik, Insya Allah tingkat kecelakaan akan berkurang,” ungkap Eldin.
Sementara itu berdasarkan data dari Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara, jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Sumatera Utara tahun 2013 masih cukup tinggi dengan jumlah 6.329 kecelakaan. Dari jumlah itu sekitar 1.931 korbannya meninggal dunia, 2.792 orang luka berat dan 6.763 luka ringan. Untuk Kota Medan, jumlah kecelakaan yang terjadi pada tahun 2013 mencapai 1.375 kecalakaan. Jumlah korban yang meninggal sebanyak 261 orang, luka berat 620 orang dan luka ringan 818 orang.
(Hendra/Adm)