MATATELINGA, Belawan: Berawal dari Laporan petugas VTS Syahbandar bahwa telah terjadi perompakan terhadap MV Harvester berbendera Liberia pada posisi 03°55'36" U/098°40'32"T, Sabtu (3/6/2017). Tim WFQR Lantamal I yang menggunakan sarana Speed Boat Sea Reader langsung bergerak cepat kelokasi kejadian dan berhasil menggagalkan Perompakan.Sebelumnya, tim yang telah menerima info telah terjadi perompakan di MV Harvester bersandar di sekitar alur Belawan. Sesampainya di lokasi, Tim WFQR yang menggunakan Sea Reader dan telah menempelkan speed di dinding haluan kapal. Melihat kedatangan tim, perompak kemudian menawan seorang ABK sekaligus mengancam dengan menggunakan pisau. Pada saat lengah dan laporan dari ABK yang telah diancam untuk mengatakan situasi aman tersebut, perompak berjumlah tiga orang tersebut berhasil lompat dan kabur dengan menggunakan perahu pancung warna putih menuju Belawan. Ketika petugas melihat kaburnya perampok langsung membunyikan alarm bahaya dan memerintahkan seluruh ABK berkumpul di Master point. Menit selanjutnya berhasil diamankan barang bukti berupa 4 kaleng cat 20 liter dan 8 buah extension cable. ABK yang sebelumnya diancam oleh tiga orang Pelaku tersebut berhasil selamat tanpa luka sedikit pun. Hasil penyelidikan Kapten MV Harvester, Volodymyr Tkachyshyn warga negara Ukraina menyebut mereka bertolak dari Koh Sichang Thailand pada 24 Mei 2017 menuju Belawan. Jumlah ABK yang turut bersamanya sebanyak 19 Orang. (Mtc/hendri)