MATATELINGA, Tapteng: Hingga saat ini, judi jenis Togel dan Kim masih marak di Kabupaten Tapanuli Tengah. Tentunya sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Beberapa warga mengaku selalu penasaran hingga terus membeli nomor togel tersebut. Ketika diajak berbincang-bincang, salah seorang warga Rianto (nama disamarkan) mengaku, kalau dia adalah salah seorang penulis togel (penjual). Setiap hari ada puluhan hingga ratusan warga yang membeli nomor kepadanya. Dalam satu hari, Rianto mengaku bisa memperoleh omset Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta setiap hari. Dari omset itu dirinya mendapatkan persenan. "Kalau ada yang menang dikasih 20 ribu hinga ratusan," singkatnya, kemarin. Kata dia, ada beberapa bandar Togel di tempatnya. Ada bermarga Sembiring. "Dan saya tau, pak sembiring ini termasuk bandar yang sudah cukup lama pak. Dari dulu, pak sembiring terkenal bandar togel," katanya, Rabu (7/6).Ketika ditanya apakah sang penjual tidak takut kalau ditangkap, Rianto malah tersenyum. "Kalau masalah takut, tentunya takutlah, tapikan ada jaminan dari bandar kita, kalau nanti ketangkap, kita diurus untuk cepat keluar. Bahkan, kalau bisa jangan sempat masuk sel, itulah jaminan yang dikasih sama saya. Makanya saya berani," jelasnya.Sementara, Lastri, warga Pandan mengaku, selama ini merasa resah dengan perjudian jenis Togel dan Kim. Akibat permainan tebak angka itu membuat setoran suaminya ke rumah selalu berkurang. "Penghasilan suamiku tiap hari hanya 50 ribunya. Karena mau masang togel, akhirnya yang disetor cuma 30 ribu. Dulu togel ini sempat mau berhenti, setoran suamiku bisa menetap 50 ribu, setelah saat ini kembali judi togel bebas, suamiku lebih sering di kedai kopi untuk membeli nomor," akunya.Wanita 34 tahun ini bilang heran dengan Kapolres Tapteng, yang sampai saat ini tidak bisa memberantas judi togel dan kim di Kabupaten Tapanuli Tengah. "Yang ditangkap hanya penjualnya saja, sementara Bandar togelnya mana pernah ditangkap. Saya sendiri heran, kenapa di daerah toba, judi jenis togel dan kim bisa berhenti, kenapa di Tapteng ini Kapolresnya tidak mampu. Saya rasa pak Kapolda perlu melakukan evaluasi terhadap Kapolres Tapteng ini," tandasnya.Kapolres Tapteng AKBP Hari Setio Budi Sik yang dikonfirmasi melalui pesan singkat, hingga saat ini belum mendapat jawaban resmi. (Mtc/romp)