MATATELINGA, Asahan: Pedagang takjil yang tersebar di beberapa ruas jalan inti kota serta pedagang pakaian baik yang menggelar dagangan didalam pasar inpres, kaki lima mau pun pertokoan saat ini memacu dan berebut cara merayu konsumen untuk membelanjakan uangnya.Warni ,28, pedagang takjil yang mangkal di Jalan Imam Bonjol, Kamis (8/6/2017) mengatakan tahun ini minat pembeli bukaan puasa sangat menurun dibanding tahun lalu. Tahun lalu di pertenghan bulan puasa seperti ini, katanya, dia sudah dapat membelanjakan keuntungan jualan takjil ini untuk membeli pakaian serta kebutuhan menyambut hari lebaran. "Namun tahun ini sepertinya berhari raya dengan ala kadarnya, sulit perekonomian tahun ini," katanya.Sementara Zulfikar ,37, warga Padang Pariaman kepada Matatelinga.com mengatakan menyambut lebaran 1438 H tahun ini sangat sepi konsumen yang berbelanja. Biasanya di Kota Kisaran Asahan ini masyarakatnya sangat komsumtif dalam berbelanja, terlebih ini hari raya tinggal lima belas hari lagi. "Kalau tahun lalu hari raya kurang dua puluh hari saja, kami sudah harus order barang lagi, namun tahun ini barang yang saya bawa saja belum laku setengahnya," tukasnya.Secara terpisah Kadis Koperindag Asahan Supriyanto saat dikonfirmasi mengatakan Asahan merupakan ladang bagi pedagang pakaian mau pun pedagang makanan. Masyarakat Asahan dikenal sangat komsumtif dan royal dalam berbelanja. Namun sayangnya pedagang ini enggan mematuhi peraturan pemerintah untuk tidak berjualan di kaki lima, dan menggunakan bahu jalan umum untuk menggelar dagangannya. "Seharusnya pedagang ini ada timbal baliknya, jangan hanya mrmikirkan untung namun menggangu akses jalan umum," tukasnya. (Mtc/ben)