Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Ritual Adat Memperingati Wafatnya Sang Pejuang Raja Batak

Ritual Adat Memperingati Wafatnya Sang Pejuang Raja Batak

- Sabtu, 17 Juni 2017 14:12 WIB
Matatelinga.com
MATATELINGA, Tobasa: Raja Sampuara Marpaung ,80,  sebagai Ulu Punguan (Kepala Suku-red)  dari parmalim atau aliran kepercayaan berterimakasih kepada Bupati Tobasa Ir. Darwin Siagian dan Ir Hulman Sitorus beserta rombongan atas kehadirannya di acara menyongsong peringatan 110 tahun gugurnya pahlawan nasional Raja Sisingamangaraja XII yang jatuh, Sabtu (17/6/2017).Disebuah rumah bertempat di Desa Bius Gu Barat Kecamatan Parmaksian tadi malam 16/6/17, Kumpulan turunan Si Raja Batak parmalim melakukan ritual adat memperingati wafatnya Sang Pejuang Raja Batak.Sebelum acara dimulai, terlebih dahulu para pengikut aliran kepercayaan melakukan ritual memberikan Mombang atau sesajen yang berisi makanan diantaranya Kambing putih, Ayam putih, Ihan batak (Ikan batak yang tergolong langka-red) dan beberapa buah termasuk semangka dan timun.Sesajen tersebut digantungkan ditengah-tengah rumah, sekaligus memberikan wangi-wangian dengan membakar kemenyaan. Hal ini dilakukan untuk memohonkan kepada Debata (Tuhan pencipta langit dan bumi-red) agar diberi kesehatan dan kebaikan.Dalam kunjungan singkat bupati tersebut,  Raja Sampuara Marpaung dalam kata sambutannya memohon agar sejarah perjuangan raja-raja batak tetap dikenang melalui buku-buku mata pelajaran sekolah. Mengingat banyak anak didik suku batak yang perlu mengingat sejarah perjuangan batak melawan penjajah.Bupati Darwin Siagian sesaat sebelum meninggalkan lokasi mengatakan akan memikirkan hal tersebut. Beliau menganggap pesan Raja Sampuara itu memang penting. Rencananya, tulisan aksara batak akan dibuat disetiap petunjuk jalan dan setiap plang SKDP. Tujuannya agar masyarakat mengingat dan bisa membaca huruf aksara batak. Konon suku batak memiliki aksara atau huruf batak tersendiri dari suku-suku lain di Indonesia.Bupati rencananya akan membuat acara tersebut lebih baik lagi tahun berikutnya dan dikemas semakin baik untuk menarik wisatawan.Hadir pada kesempatan itu wakil bupati Toba Samosir Ir. Hulman Sitorus, MM,  Plt Sekda Drs. Arifin Silaen,  Asisten Pemerintahan Harapan Napitupulu, Kadis Kominfo Wilker Siahaan, Plt. Kadis Pendidikan Parlinggoman Panjaitan, Kabag Humas Pimpinan dan Protokol Tulus Hutabarat dan rombongan Pemkab Tobasa lainnya.Setelah bupati beserta rombongan meninggalkan lokasi acara, acara dilanjutkan kembali. Acara berlangsung husuk diiringi  Ogung Sabangunan (alat musik berupa gendang dan serunai-red) para turunan si Raja Batak melaksanakan acara tersebut hingga larut malam.(Mtc/Pintor)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Gaya Hidup Sehat Remaja: Kunci Menciptakan Generasi yang Produktif dan Berkualitas

Berita Sumut

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur

Berita Sumut

Kajari Poso Kagum Dengan Keunikan Rumah Adat Lobo Modern Serta Kantor Desa Pandiri

Berita Sumut

Rico Waas Apresiasi Inovasi Camat Medan Deli, Program CCTV Mata Deli Jadi Percontohan di Kota Medan

Berita Sumut

Wali Kota Medan Berkomitmen Benahi Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Sumut

Grand Final Putri Otonomi Indonesia 2026, Bupati dan Ketua PKK Dukung Perempuan Muda Berprestasi