MATATELINGA, Asahan: Keberadaan gas 3 kilogram atau gas melon di wilayah kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, mendadak langka. Ini bertepatan pada H-7 hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Hal ini membuat kalangan ibu rumah tangga kalang kabut untuk mempersiapkan berbuka puasa mau pun sahur juga jelang lebaran. Untuk wilayah kecamatan Kota Kisaran Timur, gas elpiji melon sudah mengalami kelangkaan sejak hari Jumat (16/6/2017) hingga Minggu (18/6/2017). Keterangan Wanda ,42, warga Setang Kecamatan Kota Kisaran Timur ditemui Matatelinga.com, Minggu (18/6/2017) malam, mengatakan sudah dua hari ini tidak ada pasokan gas elpiji melon dari pangkalan mau pun agen. "Menurut informasi yang kami dapatkan gas elpiji melon sudah dikurangi jatahnya," ujarnya.Wanda juga mengatakan, kelangkaan gas tabung melon sudah terjadi sejak beberapa hari ini. "Kalau saya sendiri memang untuk jualan lagi, tapi dengan kondisi sekarang ini, jangan buat jualan untuk komsunsi pribadi saja sulitnya minta ampun, banyak warga kampung ini yang kesulitan mencari gas elpiji melon tersebut. Terlebih saat ini masih dalam suasana bulan puasa, sehingga banyak ibu rumah tangga yang kecewa tidak lagi dapat berbuat banyak untuk menyiapkan masakan untuk berbuka mau pun sahurnya," sebut Wanda.Untuk itu Wanda memohon hendaknya pemerintah setempat segera melakukan upaya dalam mengatasi kelangkaan gas elipiji melon. "Kabarnya pemerintah segera turun tangan bila terjadi kelangkaan gas elpiji seperti ini, namun kenyataannya hingga dua hari kelangkaan gas elpiji melon yang sangat dibuthkan warga masyarakat ini kosong di pasaran," ungkapnya.(Mtc/ben)