MATATELINGA, Sibolga: Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), hingga saat ini belum cair di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah. akibatnya, ratusan Honorer dan para Kepala Sekolah menjerit dengan kondisi keuangan yang takkunjung dicairkan oleh Pemprov Sumatera Utara. Beberapa Kepsek saat dijumpai wartawan dikantornya mengeluhkan kondisi sekolah mereka saat ini. bahkan, untuk operasional sekolah saja sudah terkendala, dan gaji honorer sampai saat ini belum bisa dibayarkan."Saya sangat bingung bagaimana cara membujuk para honorerku lagi. gaji mereka belum kukasih, setiap hari harus ngajar. apa coba yang harus kami lakukan. persoalan ini sangat berat, karena ini menyangkut perut, kami selaku kepala sekolah hanya bisa pasrah dan berdoa kiranya, Dinas Pendidikan Provsu segera turun tangan dan memperhatikan nasib para Honorer ini. Kami hanya minta, agar Kadis Pendidikan Provinsi jangan mengorbankan kami selaku kepala sekolah, jangan jadikan kami sebagai bulan-bulanan Honorer dan penagih hutang," tegas salah seorang kepala sekolah yang namanya tidak ingin dia sampaikan, Senin (19/6/2017).Salah seorang guru Honorer yang saat itu sedang bersama Kepala Sekolah mengaku sangat kesusahan dalam menghidupi keluarganya. Selama ini, dia bekerja sebagai Honor demi memberikan nafkah bagi keluarganya. Tetapi tahun ini, dirinya belum mendapatkan honornya."Sangat besar dampaknya pak, saya sendiri harus ngutang sama orang kalau mau belanja dapur. Sudah banyak hutang kami di kedai pak. Kadang, saya paksa pak Kepsek ngeluarin uang untuk bisa kami hutang. Kami selaku Honorer sudah 6 bulan tidak punya honor. Jadi tolonglah pak Kadis Provinsi agar segera memperhatikan kami," pungkasnya. (Mtc/Romp)