Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Warga Karya Bakti dan Jemaah Ihya Ulumiddin Menolak Aksi Demonstrasi Susulan Aliansi Umat Islam

Warga Karya Bakti dan Jemaah Ihya Ulumiddin Menolak Aksi Demonstrasi Susulan Aliansi Umat Islam

Admin - Selasa, 28 Januari 2014 18:05 WIB
Matatelinga - Medan,  Sehubungan dengan rencana aksi yang akan digelar Aliansi Umat Islam ke mesjid PengajianIhya Ulumiddin di Jalan Karya Bakti, Medan pada Kamis (30/1/2014) besok, wargasekitar mesjid menolak dengan keras. Mereka berharap agar Aliansi Umat Islamtidak lagi menggelar aksi apapun terkait hal ini di sekitar Mesjid PengajianIhya Ulumiddin.

Menurut pengakuan Darma Putra (41) warga Jl Karya Bakti No 16 Medan,mesjid dan ibadah pengajian ini sudah ada sejak puluhan tahun dan tidak pernahada masalah sedikitpun. Jadi aksi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan warga.

 “Sebagai warga yangtinggal di sekitar ini,kami sangat terganggu karena adanya demo-demo itu. Apalagi melibatkan warga setempat yangjelas-jelas tidak ikut dalam berbagai aksi Aliansi Umat Islam itu. Aksitersebut menggunakan warga dari luar wilayah Karya Bakti. Sebaiknya jangan lagiada aksi-aksi apapun ke wilayah ini,” ujar Darma.

Untuk itu, iaberharap agar jangan lagi aksi-aksiserupa seperti yang terjadi pada Jum’at 10 dan 17 Januari lalu, kembali terulang. Lebih baik, tambahnya, masalah ini diselesaikan dengan dialog. Proses hukum biarlahberlangsung secara hukum.

Hal serupa juga diungkapkan Wahyudin (49) warga  yang tingal sekitar mesjid. Bagi Wahyudin aksi demonstrasitersebut memang sangat mengganggu. Makanya ia berharap agar penyelesaian dapat  ditempuh dengan jalan damai.

“Ya berdialoglah. Bukannya Islam mengedepankan dialog dalammenyelesaikan masalah. Aksi unjuk rasa itu jalan terakhir kalau dialog mengalami kebuntuan,”tukas Wahyudin lagi sembari berharap agar masalah ini dapat diselesaikan.

Sementara itu, Tengku Zainuddin yang juga Koordinator Pembela ThariqatSammaniyah Pengajian Ihya Ulumiddin menyebutkan pihaknya telah berupaya untukmelakukan komunikasi dengan berbagai pihak. Termasuk aparat kepolisian maupunpihak Pengacara Tim Pengacara Muslim (TPM) Medan. Namun komunikasi ini barumenyepakati rencana pertemuanyang sesegera mungkin akan digelar.

Tujuannya adalah bagaimana membangun ukhuwah yang dapat melahirkansolusi damai. “Tidak ada keinginankami melakukan kekerasan, apalagi mendapat tindakan kekerasan. Selama ini, kita hanya menerima intimidasi dankekerasan dari Aliansi. Logikanya sederhana, kami hanya mau mempertahankan mesjid kami tidak diganggu. Untuk itu mari kitamendinginkan kepala meletakkan masalah sesungguhnya dengan benar dengan berdialog,” tambah TengkuZainuddin.

 

MUI Biang Kerok

Kekisruhan ini berawal dari keputusan Fatwa MUI yang menyesatkanPengajian Ihya Ulumiddin Thareqat Samaniyah beberapa waktu lalu. Dalam keputusan fatwanya, MUI menetapkan pengajian ini sesat karenatidak sesuai dengan hukum dan ajaran Islam. Utamanya soal penciptaan Nabi AdamAS, nikah Mut’ah/siri  dan zakat malkepada guru.

Berdasarkan fatwaitulah kemudian Aliansi Ormas Islam melakukan aksi yang berencana menutuppengajian Ihya Ulumiddin.  Aksi tersebutdigelar pada 10 dan 17 Januari 2014 yang berujung ricuh.

Dua jamaah pengajianmengalami luka-luka. Begitu juga aparat kepolisian dan juga beberapa anggotaAliansi Ormas Islam. “Ini yang kitasesalkan. Keputusan MUI ini telah mencederai umat Islam. Karena prosesnya tidakdilakukan berdasarkan prosedural yang baik dan benar. MUI Sumut bahkan tidakpernah mengajak diskusi dan berkunjung ke lokasi pengajian kami saat memprosesfatwa tersebut,” kata Tengku Zainuddin lagi.

Itu sebabnya, Tengkumengatakan agar pihak MUI Sumut bertanggung jawab atas berbagai hal yang telahterjadi sebagai dampak keluarnya fatwa. Tak hanya keresahan umat Islam, tapiluka-luka psikologi dan fisikis ini bisa berdampak buruk terhadap MUI sebagailembaga para ulama yang harusnya mengayomi umat Islam.

“Inilah efek darifatwa yang sesat lagi menyesatkan bagi umat Islam. Sebagai ulama yang bertugasmengayomi umat Islam, MUI mestinya sesegera mungkin bertanggung jawab danmenyelesaikan masalah ini dengan berdialog. Ingat, ini tahun politik. Di manakita berharap masalah-masalah di masyarakat tidak membesar dan berdampak padaproses Pemilu 2014 mendatang,” kata Tengku Zainuddin lagi.

Untuk itu, TengkuZainuddin meminta berbagai pihak termasuk Aliansi Ormas Islam agar menahandiri. “Kita tidak pernah bermusuhan dan mencari perkara dengan pihak Aliansi.Mestinya Aliansi duduk bersama kita membahas hal ini, bukan memusuhi kami danikut menyesatkan,” tandasnya.

(Rel/Adm)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Syaiful Ramadhan Usulkan CFD Diperpanjang hingga Istana Maimun dan Masjid Raya

Berita Sumut

Dua Warga Dolmer Gol Gegara 2,00 Gram Sabu

Berita Sumut

Kasus Lama Diproses, Puluhan Massa Datangi Polsek Silaen

Berita Sumut

Pemprov Sumut Gandeng UNICEF Perluas Akses Sanitasi dan Percepat Penurunan Stunting

Berita Sumut

Ini Tampang 2 Terduga Maling Pintu Rumah Kosong

Berita Sumut

Babinsa Sertu Harun Ginting Rangkul Masyarakat Untuk Gotong Royong Bersihkan Desa