MATATELINGA, Medan: Aksi penyerangan Mapolda Sumut oleh kelompok paham radikal merupakan aksi biadab yang tak berperikemanusiaan. Apalagi ini dilakukan di hari raya Idul Fitri. Hal ini disampaikan Anggota DPR RI dari Fraksi PPP, Fadly Nurzal, kemarin. "Jelas aksi ini sangat tidak dibolehkan, biadap dan tak berperikemanusiaan dengan membunuh sesame umat manusia, tidak ada ajaran yang membenarkan perbuatan seperti itu," ucapnya. Fadly menjelaskan, di hari baik dan bulan baik setelah melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadhan, seharusnya yang dilakukan berbuat baik, bukannya melakukan penyerangan ke Mapolda Sumut sehingga menyebabkan satu anggota polisi meninggal dunia. "Aksi teror dengan melakukan penyerangan, sungguh sangat melukai perasaan kita, dan saya minta pelaku dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku," pintanya.Anggota Fraksi PPP dari komisi IV DPR RI ini meminta seluruh masyarakat atau siapa pun itu untuk menutup rapat rapat pikiran, pandangan, konsep berpikir dan prilaku ajaran kekerasan karena kita ini satu yakni Indonesia yang benderanya merah putih dan ideologinya pancasila.Kabid Humas Polda Sumut AKBP Rina Sari Ginting menyatakan Polisi terus bergerak untuk mengejar pelaku lainnya dengan berkordinasi dengan pasukan khusus. "Rumah terduga pelaku di Jalan Pelajar Timur juga sudah dilakukan penggeledahan dan ditemuan sejumlah barang bukti termasuk bendera menyerupai bendera ISIS," ungkapnya.Rina menjelaskan, dalam melakukan penjagaan, anggota sudah melakukan sesuai SOP. Pasca insiden ini, korban Aiptu Sigalingging dinaikkan pangkat. Selain polisi yang menjadi korban, satu orang pelaku tewas ditembak petugas. (Mtc/tim)