MATATELINGA, Batubara: Air mata terus mengalir. Hela nafas pun tampak tersendak-sendak. Dengan kondisi pilu, seorang wanita menghardik penyerangan yang menimpa suaminya, Ipda Anumerta Martua Sigalingging. 'Aku minta pelaku dihukum seberat-beratnya'. Lirih wanita mengenakan kebaya duka tersebut. Adalah Miana Boru Manalu, istri Ipda Anumerta Martua Sigalingging tak kuasa melepas kepergian suami tercinta di liang lahat saat dimakamkan di Desa Cinta Dame, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Selasa (27/6/2017).Miana meminta kepada Polri untuk memperhatikan kehidupan 9 anaknya terutama pendidikan anak-anak itu nantinya setelah ditinggal mati Ipda Anumerta Martua yang menjadi korban aksi teroris pada Minggu, 25 Juni 2017."Kalau pesan dari keluarga, anak-anak diutamakan perjuangkan sekolah, ya itulah harapanku perjuangkan anak-anakku, yang sudah tidak memiliki bapaknya," tutur Miana sambil menangis.Sementara itu, proses pemakaman dilakukan secara militer yang pimpin oleh Kapolres Batubara, AKBP, Dedi Indriyanto. Dalam pemakaman ini, dihadiri oleh pihak TNI, jajaran Polri di Polda Sumut berserta keluarga dan kerabat korban."Untuk selanjutnya kami dari Kepolisian atas nama organisasi dan Kepolisian akan memberikan santunan kepada pihak keluarga serta terhadap anak-anaknya yang berjumlah 9 orang," jelas Dedi.Perwira itu mengatakan akan menyampaikan pesan keluarga tersebut kepada pimpinan Polda Sumut agar memberikan perhatian khusus kepada anak-anak Ipda Anumerta Martua. "Tentunya akan ada perhatian tersendiri dari organisasi Kepolisian dan pimpinan untuk anak-anak almarhum," sebut Dedi. (Mtc/tim)