MATATTELINGA, Asahan: Langkanya gas elpiji ukuran tabung tiga kilogram sudah lebih dari sepekan sebelum lebaran 1438 H tiba, hingga saat ini kelangkaan gas elpiji ukuran tabung tiga kilogram masih sulit ditemui dipasaran, kelangkaan gas elpiji tersebut bukan saja dialami warga masyarakat perkotaan , namun warga masyarakat pedesaan demikian juga, kalaupun ada stock gas elpiji di kedai ataupun kios harganya sungguh fantastis.Perbincangan Matatelinga.com dengan Zailani ,48, warga desa Bandar Minggu lorong IX kecamatan Silau Laut Asahan , Rabu (28/6/2017) dikatakan kami warga disini sudah dipertengahan bulan puasa lalu sudah kesulitan mendapatkan gas elpiji ukuran tabung tiga kilogram, dan diperparah lagi seminggu sebelum hari raya Idhul Fitri 1438 H tiba, dan kalaupun ada di kios itu harganya antara Rp.30 hingga Rp.40.000,- per tabungnya, ujarnya.Zailani juga mengatakan katanya dinas perekonomian Pemkab.Asahan sudah melakukan monitoring ketersediaan stock gas elpiji dalam menghadapi Ramadhan dan lebaran, dan katanya warga masyarakat tidak perlu kawatir kehabisan gas elpiji, namun nyatanya ungkapan pejabat dinas perekonomoian itu membual saja, gas langka kalaupun ada harganya melejit.Gas elpiji ukuran tabung tiga kilogram merupakan idola para ibu rumah tangga, karena gas elpiji ukuran tabung tiga kilogram tersebut harganya terjangkau dan disubsidi pemerintah, kami warga masyarakat di lorong IX desa Bandar Minggu Kecamatan Air Joman meminta pemkab.Asahan sudi untuk melakukan penertiban soal harga gas ini, kasihan warga masyarakat, sudah jalan desa kami dari zaman baholak hingga saat ini tidak pernah tersentuh pembangunan, harga barang kebutuhan rumah tangga juga mengalami kenaikan, nanti warga di desa ini hengkang dari Asahan dan masuk ke Kodya Tanjung balai, pungkasnya. Sementara kabag Perekonomian Pemkab.Asahan Bahrum,ST saat hendak dikonfirmasi melalui selularnya tidak dapat tersambung, dan menurut informasi kabag perekonomian Bahrum, ST memiliki nomor contak puluhan, sehingga sulit untuk dihubungi.(Mtc/Ben)