MATATELINGA, Asahan: Pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar dagangan di sepanjang Jalan Diponegoro Kisaran dengan kesadarannya sendiri telah membongkar lapak dagangannya. Namun sangat ironis, hilangnya lapak PKL kini berganti menjadi lahan perparkiran kendaraan roda dua. Seperti yang terjadi di depan Bank Sumut Pasar Dipo.Keterangan scurity Bank Sumut Pasar Dipo Y.Andika Nasution dalam perbincangannya dengan Matatelinga.com, Selasa (4/7/2017) menyatakan parkir kendaraan tersebut merupakan konsumen bank pemerintahan tersebut. Andika Nasution mengakui kalau Bank Sumut tak punya lahan parkir sehingga terpaksa menggunakan bahu jalan. Sejauh ini, kata dia, pihak bank sudah membayar ke jukir yang berada di areal tersebut. "Itu pun sudah sepengetahuan petugas Dishub Asahan yang mengelola perpakiran, masalah parkirnya itu menggunakan badan jalan atau tidak bukan urusan bank ini," ungkapnya. Secara terpisah, Wati ,27, pedagang bunga mengatakan sering terjadi kemacetan arus lalin di depan bank tersebut akibat parkirnya kendaraan roda dua milik nasabah bank."Mereka aman-aman saja pak, tidak pernah ditegur atau bpun digusur petugas trantib. Namun bila kami pedagang ini yang parkir sembarangan sudah pasti petugas trantib sudah sibuk mengusirnya," ujarnya.Sementara Kadis Perhubungan Sorimuda Siregar saat hendak dikonfirmasi melalui selularnya tidak dapat tersambung, dan saat ditemui di kantornya, menurut keterangan anggota Dishub Asahan Kadishub sedang berada di pendopo rumah dinas Dupati Asahan menghadiri acara pesta perak perkawinan bupati. (Mtc/ben)