MATATELINGA, Medan: Gubsu HT Erry Nuradi MSi mengingatkan kembali sejarah pahit masa pejajahan sebelum Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 lalu. Meski pun Indonesia merupakan bangsa yang besar namun Indonesia bisa dijajah oleh bangsa lain selama ratusan tahun. "Kenapa kita bisa dijajah oleh bangsa lain selama ratusan tahun karena kita gampang diadu domba. Gampang dipecah belah. Sejarah pahit ini harus jadi pembelajaran agar tidak terulang lagi. Kebhinekaan ini merupakan kodratnya Indonesia. Mari kita kokohkan persatuan dan kesatuan dan dengan tidak mudah dipecah belah," ujar Gubsu saat menghadiri Halal Bi Halal Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provsu dan Ormas Islam bersama Gubsu di Aula MUI Sumut Jalan MUI No 3 Sutomo Ujung Medan, Senin (10/7/2017). Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Tuan Guru Babussalam Syekh H Hasyim Al Syarwani, Ketua MUI Sumut Prof DR H Abdullah Syah MA, Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw, Danlanud Suwondo Medan, Kapolresta Medan, Ketua MUI se Kabupaten Kota se-Sumut, dan Walikota Medan Dzumi Eldin.Dikatakan Gubsu, politik adu domba ini akhirnya disadari oleh para pendiri bangsa dengan mengajak seluruh tokoh termasuk para ulama untuk bersatupadu dalam kebhinekaan dengan mengesampingkan segala perbedaan yang ada. Salah satu upaya agar persatuan dan kesatuan ini kian terjalin adalah dengan meningkatkan silaturahmi antar sesama. Oleh karenanya lanjut Erry, merupakan rahmat bahwa di Indonesia kegiatan silaturahmi seperti halnya Safari Ramdhan, buka puasa bersama, dan Halal Bi Halal menjadi ciri khas di Indonesia. "Perbedaan yang ada hendaknya jadi penguat kita. Kami atas nama Pemerintah mengucapkan terimkasih atas kerjasamanya menjaga Sumut ini tetap kondusif," katanya. Sebelumnya Ketua MUI Sumut Ketua MUI Sumut H Abdullah Syah mengajak agar sama-sama menjaga kekondusifan Sumut. Bulan Syawal ini hendaknya menjadi momentum untuk bersyukur dan berdzikir.Sementara itu, Kapoldasu Paulus Waterpauw mengaku senang bisa menghadiri kegiatan Halal Bi Halal bersama Gubsu, keluarga besar MUI, Ormas Islam dan sejumlah tokoh agama dan ulama di Kantor MUI Sumut. Kesempatan tersebut sekaligus dimanfaatkan Kapolda untuk mendekatkan diri dengan memperkenalkan dirinya kepada para undangan. (Mtc/amr/rel)