MATATELINGA, Asahan: Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan dalam program pencegahan penyakit menular khususnya penyakit malaria tahun 2017 ini telah membagikan kelambu berinsektisida sebanyak 1.660 unit.Keterangan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan dr.Aris Yudhariansyah kepada Matatelinga.com melalui whats appnya Jumat (14/07/2017) mengatakan dinas kesehatan Asahan memiliki banyak program terkait tentang kesehatan yang secara berkesinambungan terus berjalan, dan program tersebut tentunya juga menggunakan dana anggaran dari negara.Kadiskes Asahan dr.Aris Yudhariansyah juga mengatakan salah satu program kesehatan yang sedang berjalan diantaranya adalah program pencegahan dan pengendalian penyakit menular di Kabupaten Asahan, program ini dengan sasaran pencegahan penyakit malaria khususnya pada ibu yang sedang hamil dan pada daerah endemis malaria.Di Asahan terdapat daerah endemis malaria diantaranya daerah wilayah kerja Puskesmas Silo laut mendapatkan jatah kelambu berinsektisida sebanyak 663 kelambu, wilayah kerja Puskesmas Bagan Asahan mendapatkan jatah kelambu berinsektisida sebanyak 231 kelambu, wilayah kerja Puskesmas Sei Apung sebanyak 433 kelambu dan untuk wilayah kerja Puskesmas Sei Kepayang Timur mendapatkan kelambu berinsektisida sebanyak 363 kelambu.Dinas Kesehatan melalui seksi P2P Menular terus menerus secara rutin melakukan penyuluhan dan monitoring keadaan desa yang terdampak endemis malaria, penyakit malaria dapat tetjadi setiap tahunnya pada daerah endemis, sehingga dalam penanggulangannya sangat dibutuhkan peran serta masyarakat, dan penggunaan kelambu berinsektisida selama 5 tahun agar dapat menurunkan perkembang biakan nyamuk tersebut, dan penggunaan kelambu berinsektisida ini juga diprioritaskan kepada ibu hamil agar ibu dan janin yang dikandungnya dapat terbebas dari bakteri penyakit malaria."Dinas Kesehatan Asahan selama 24 jam penuh telah siaga dalam menerima informasi adanya penyebaran penyakit malaria yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Asahan," pungkasnya. (Mtc/ben)