MATATELINGA, Sibolga: Pernyataan tegas dari Walikota Sibolga Drs HM Syarfi Hutauruk demi kemajuan masyarakat kota Sibolga tentunya akan didukung oleh segenap masyarakat. Syarfi yang membagikan kartu Program Keluarga Harapan (PKH) di Aula Bank Indonesia dengan tegas mengatakan, kalau ada anak-anak yang tidak bersekolah (putus sekolah), sementara mereka adalah penerima bantuan Keluarga Harapan. Maka bantuan tersebut akan ditarik serta dialihkan kepada warga yang memang lebih membutuhkan dan menggunakannya demi pendidikan anak."Kita tidak kasi ampun bagi mereka yang menerima PKH, tapi ada anaknya yang putus sekolah. Bila perlu semua bantuan yang selama ini dia terima, akan kita tarik. Karena itu tidak layak bagi keluarga yang anaknya malah putus sekolah. Tujuan PKH ini, salah satunya demi pendidikan anak," katanya. Untuk melakukan pengawasan ini, kata dia, sudah dibentuk petugas kusus. Jadi jangan main-main, kalau sekarang ada anak anda yang putus sekolah, silahkan kembali dimasukkan. "Jika dia putus sekolah di SMP, silahkan lapor ke Dinas Pendidikan untuk mengikuti program paket B. Saya tidak suka ada anak Sibolga yang putus sekolah," kata Syarfi, jumat (14/7/2017).Dalam kesempatan itu, Syarfi juga memerintahkan Kepling dan lurah supaya saling bersinergi untuk mendata penerima bantuan. "Jangan pula penerima bantuan itu-itu juga, kepling atau lurah harus kroscek ini, saya ingin semua warga Sibolga bergiliran mendapat bantuan, jangan malah itu itu juo lauknyo. Saat saya olahraga jalan keliling kota Sibolga, ssaya tidak ingin ada keluhan lagi masalah penerima bantuan ini, silahkan kepling dan lurah perbaiki secepatnya, supaya semua warga bisa merasakan bantuan pemerintah itu apa," tandasnya.Amir B Laoly, Kadis Sosial Kota Sibolga menjelaskan, bahwa jumlah penerima PKH se Kota Sibolga 1972 keluarga dengan total dana yang akan diterima selama satu tahun Rp1.5 juta. "Saya harapkan semua warga penerima PKH ini, bisa memeprgunakannya sebaik mungkin. Seperti kata pak wali, jangan malah dana ini digunakan untuk membeli pulsa, membeli rokok. Gunakanlah dana ini untuk pendidikan anak-anak, sehingga kedepan tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah," tandasnya. (Mtc/romp)