MATATELINGA, Medan: Tantangan yang akan di hadapi bangsa Indonesia semakin berat dan kompleks. Oleh karenanya perlu adanya gerakan seluruh komponen bangsa untuk bersatu dan terpanggil untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan yang ada.Demikian dikatakan Gubsu HT Erry Nuradi saat menghadiri Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy Pesantren Ar Raudlatul Hasanah di Jalan Jamin Ginting KM 11 Paya Bundung, Medan Minggu (23/7/2017). Sebagaimana cita-cita yang dirumuskan para pendiri bangsa yakni terciptanya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945 tentunya akan sulit terwujud jika masing-masing komponen berjalan sendiri-sendiri. Secara ril, lanjut Gubsu Indonesia memiliki kekayaan alam yang berlimpah dengan iklim yang bersahabat. Tetapi keunggulan ini tidak sertamerta dapat menghasilkan karya-karya unggulan yang bermanfaat untuk mendorong Indonesia sebagai bangsa yang maju dan sejahtera. Termasuk juga menjadikan Sumatera Utara sebagai provinsi yang bersaya saing, sejahtera dan lebih paten."Seorang pakar manajemen dan strategi bisnis, Michael Porter dalam penelitiannya menemukan bahwa kemajuan suatu negara tidaklah ditentukan oleh kekayaan alam yang berlimpah atau keunggulan komparatif tetapi lebih ditentukan oleh keunggulan kompetitif yaitu kemampuan suatu bangsa dalam membangkitkan saya saing sehingga mampu memproduksi barang-barang yang berkualitas,"beber Erry.Erry mencontohkan, negara Swiss yang sukses menjadi negara produsen makanan terbesar di dunia walaupun hanya memiliki 11 persen daratan. Ironisnya lagi, Swiss bukanlah negara yang memiliki perkebunan coklat, tetapi Swiss cukup terkenal sebagai penghasil coklat olahan terbaik di dunia."Untuk itu besar harapan saya, Pesantren Ar Raudlatul Hasanah Medan ini kedepan dapat memberikan kontribusi yang besar, bersinerji dengan pemerintah dan elemen lainnya dalam upaya pembangunan bidang pendidikan demi mewujudkan cita-cita para pendiri negara kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya.(Mtc/amr/rel)