MATATELINGA, Batubara: Hanifah ,70, warga dusun IV Desa Lima Laras Kec. Tg Tiram Kab. Batubara mengeluh kan persoalan kepada Kepala Desa Lima Laras Amir (25/7/2017) terkait pembayaran/pembelian Token Listrik yang membebani kehidupan nya,pasal nya dalam kehidupan nya yang seorang diri di rumah nya menjadi beban tersendiri akibat pembayaran Token listrik yang hampir mencekik leher,sebab,sebelum nya selama ini hanya 2 kali dalam satu bulan, sekarang dia (red-Hanifah) membayar 4 kali sebulan. " Saya sangat keberatan pembayaran Token pemakaian Tenaga (Api) listrik pulsa Rp. 20 ribu yang saya gunakan sehari-hari.sebab hitung - hitungan pemakaian Api Listrik yang hanya menggunakan 2 buah bola lampu pijar untuk menerangi kamar tidur ketika malam hari dan lampu depan rumah,sedangkan penggunaan sanyo untuk sedotan Air PAM hanya sekitar 5 menit saja,dan TV seperlu nya saja,dan ini sangat membebani ". Ujar nya Kepada Kepala Desa Lima Laras Lanjut nya, " tolong lah di perbaiki listrik saya tu,dulu nya pernah di di ganti dan petugas PLN minta Rp. 100 ribu untuk upah pasang, saya beri, nah sekarang yang jadi persoalan pembelian Token listrik yang membebani kehidupan saya,ni pun percuma kalau ada uang mau beli token pulsa listrik, listrik nya aja padam ". Tandas nya lagi Menjawab keluhan warga desa nya, Kades Lima Laras Amir akan menindak lanjuti dan melaporkan kepada pihak PLN Cabang Tg Tiram untuk segera menyelesaikan kan atas laporan warga nya. " Kita akan tindak lanjuti persoalan ini ke pihak PLN,agar dapat memberi solusi terhadap persoalan Listrik yang membebani warga kita ". Ungkap Kades Sebelum nya,di ketahui program Subsidi Listrik PLN masih minim atas realisasi di desa Lima Laras.(Mtc/Khas)