Matatelinga - Medan, Perayaan tahun baru Imlek 2565 yang jatuh pada hari Jumat (30/1/2014) besok, terasa kurang lengkap jika tanpa satu pot pohon jeruk yang menghiasinya. Menurut kepercayaan masyarakat Cina pada umumnya, pohon jeruk merupakan pembawa hoki, bagi yang merayakannya.
Sehubungan menjelang perayaan Imlek, petani yang membudidayakan dan pedagang bunga yang menjual tanaman ini pun menangguk untung, karena harganya yang fantastis. Keuntungan itu setidaknya dirasakan salah seorang petani bunga, Ucok Heri, warga Jalan Haji Adam Malik, Medan ini. Ditempatnya masih terlihat beberapa pot Jeruk Kim Kat dan jeruk Dragon yang tersisa, sehari menjelang Imlek.
"Selama dua minggu ini, sedikitnya 200 Pot Jeruk Kim Kat dan lainnya dijual dengan harga yang bervariasi, mulai dari yang termahal senilai Rp500 ribu hingga yang termurah sebesar Rp150 ribu dan Rp50 ribu," katanya.
Beberapa tahun terakhir, bersama saudaranya, Ucok mencoba peruntungan dengan membudidayakan jeruk hoki ini. Hasilnya lumayan walau pun trend penjualan hanya berlangsung sekali dalam setahun pada saat perayaan imlek. Ucok menghitung keuntungan yang ia dapat relatif banyak. "Lumayan dengan hasilnya. Kalau untuk harganya bervariasi ada yang tiga ratus sampai jutaan dan juga ada yang tergantung ukurannya," tambah Ucok Heri, Petani Jeruk Imlek ini.
Terang Ucok Heri, bibit yang ia dapatkan berasal dari anakan yang tumbuh dari biji semai. Anakan itu kemudian ia kawin sambungkan (okulasi) dengan pohon induk dan biasanya ucok memilih jeruk nipis menjadi batangnya. Pohon jeruk hoki dari hasil budidaya lokal tentu menjadi pilihan bagi warga Etnis Tionghoa, yang merayakan Imlek karena harganya lebih murah dibandingkan dengan pohon jeruk hoki impor.
"Dengan balutan pita merah dan penghias lain, nuansa Imlek terasa lebih meriah," akunya.
(Susanto/Adm)