MATATELINGA, Medan: Selama musim penerbangan haji tahun 2017 ini, kebutuhan avtur di Bandara Internasional Kualanamu diprediksi naik hingga 31 persen. Ini seperti disampaikan General Manager MOR I Erry Widiastomo baru-baru ini. Dengan perkiraan itu, Erry mengatakan PT Pertamina menyiapkan avtur sebanyak 2.964 kiloliter (kl) untuk kebutuhan penerbangan haji tahun 2017 yang ditempatkan di Depo Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara. "Penambahan stok avtur ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan penerbangan haji di Sumatera Utara paska penambahan kuota untuk masyarakat Sumut dari 18 kelompok terbang (kloter) pada musim haji 2016, menjadi 22 kloter di musim haji tahun 2017 ini," ujar Erry.Selain menambah stok avtur di DPPU Bandara Kualanamu, pihak PT Pertamina juga melakukan penambahan stok di tiga DPPU lainnya di Sumatera Bagian Utara, yang melayani penerbangan haji. Yakni di DPPU Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh, DPPU Minangkabau di Sumatera Barat dan DPPU Hang Nadim di Kepulauan Riau.Pada musik haji 2017, DPPU SIM yang melayani 11 kloter mulai 16 Agustus, diperkirakan akan mengalami lonjakan 84 persen pada fase pertama, yakni dari 65 kl menjadi 120 kl. Sementara fase kedua kenaikan diperkirakan mencapai 100 persen, yakni dari 65 kl menjadi 130 kl.DPPU Minangkabau yang akan melayani 16 kloter mulai 28 Juli, diperkirakan akan mengalami lonjakan drastis permintaan avtur hingga 236 persen pada fase pertama, yakni dari normal 125 kl menjadi 420 kl. Sementara pada fase kedua kenaikan sekitar 44 persen, yakni dari 125 kl menjadi 180 kl.Sedangkan DPPU Hang Hadim yang akan melayani 27 kloter mulai 30 Juli, diperkirakan mengalami lonjakan permintaan avtur hingga 25 persen pada fase pertama, dari 260 kl menjadi 325 kl. Sementara fase kedua naik sekitar 31 persen, yakni dari 260 menjadi 340 kl."Avtur disediakan untuk mengantisipasi kenaikan permintaan yang bisa mencapai 236 persen dibanding kondisi normal. Khusus untuk haji, stoknya naik 14 persen dari 15.957 kl pada tahun 2016 menjadi 18.148 kl pada tahun ini,"pungkasnya. (Mtc/Tim)