MATATELINGA, Medan: Anak Kuna menangis dan membacakan surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo. Anak korban bernama Krisna Gaura membaca surat tersebut untuk mencari keadilan atas kematian ayahanda tercinta itu."Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa membuka pintu bapak hakim yang mulia untuk hukuman yang setimpal bagi otak pembunuhan ayah saya tercinta (Siwaji Raja). Yang meninggalkan kami tanpa ada pesan atau kesan disampaikan kepada kami anak-anak dan istrinya. Inilah kekejaman Raja yang sampai hati membunuh orang tua kami tanpa ada sebab yang jelas," ucap Krisna.Dengan tetas air mata, anak ketiga dari empat saudara itu, terus membacakan surat terbuka untuk mencari keadilan. Didampingi anggota keluarga lain, Krisna meminta keadilan. Bukan melainkan membebaskan Raja sebagai otak pelaku pembunuhan tersebut."Karena kekayaannya ia (Raja) berusaha membeli hukum melalui praperadilan ini untuk bebas. Kalau begini, mohon kepada keluarga, bapak-bapak atau ibu-ibu serta abang yang ada disini antarkan saya ke Jakarta menjumpai Presiden RI untuk meminta keadilan bapak hakim jangan bebaskan Raja. Karena uang tetapi hukum atas perbuatannya. Terima kasih semuanya," kata anak korban yang terus meneteskan air mata.Seperti diketahui, Raja untuk kedua kalinya memenangkan prapid atas penangkapan, penetapan tersangka dan penahanan di Pengadilan Negeri Medan. (Mtc/Dg)