MATATELINGA, Tobasa: Kadis Pariwisata Kabupaten Toba Samosir Ultri S. Simangunsong kembali menjadi perbincangan di media sosial. Beliau disoal mengenai posisi duduk beliau saat diwawancara awak media. Saat beberapa media menanyakan perihal ditundanya karnaval pesta Danau Toba yang seyogyanya dilaksanakan tanggal Sabtu 26/8. Saat itulah posisi duduk beliau dengan mengangkat kedua kaki di atas meja menjadi bahan pembicaraan di media sosial. Dengan gaya duduk seperti itu, banyak kalangan yang mengecam tindakan kadis pariwisata yang kurang elok tersebut.Matatelinga.com mencoba menelusuri bagaimana kejadian sebenarnya. Kadis pariwisata Toba Samosir yang dihubungi lewat handphone menerangkan jika kejadian tersebut bukanlah seperti yang disuguhkan di media sosial.Ultri S. Simangunsong bercerita mengenai kejadian sesungguhnya. Beliau menceritakan jika semua proses wawancara sudah selesai dengan beberapa awak media. Namun, ada seorang awak media bermarga Sirait yang masih setia menemaninya. Sirait tersebut mengatakan jika dia juga berasal dari kota Pematang Siantar dan masih baru di Toba Samosir ini. Bahkan beliau kenal dengan keluarga hingga orang tua beliau (Kadis-Red).Karena pembicaraan yang enak dan merasa satu kampung, kadisbudpar Tobasa ini merasa dekat dengan kehadiran satu kampung yang mengenal dirinya dan keluarganya. "Karena sama-sama orang Siantar, beliau juga kenal dengan orang tua dan rumah kami di siantar, yah…saya merasa tidak asing bagi dia" ungkap pak kadis melalui telpon. "Disaat pembicaraan santai dan saya merasa dia teman sekampung, saya duduk santai seperti dalam foto tersebut" lanjut Ultri. Beliau menyayangkan fotonya dimuat dimedia sosial yang menurutnya tidak sesuai dengan kronologis cerita yang sebenarnya. Walaupun demikian, beliau tidak merasa bermasalah dengan teman sekampungnya itu.Berikut kutipan pembicaraan dengan Ultri S. Simangunsong pagi ini Rabu 23/8/17:"Saya berterimakasih kepada wartawan yang hadir pada saat itu dan terus berada dalam ruang kerja saya walaupun sudah saya sampaikan hari ini sementara tidak ada berita tentang karnaval karena sedang proses penundaan. Jadi, sekali lagi mari kita perhatikan dengan baik dan detil apa pertanyaan Sirait, wartawan tersebut sehingga saya bilang hari ini tidak ada berita tentang karnaval. Bahkan saya sebut sedang dalam proses penundaan.Jadi ketika dia nanya visinya apa ya jelas dong saya bilang tidak ada wong sedang ditunda.Sekali lagi saya mau katakan bahwa hari ini tidak ada wawancara , supaya besok siang atau sore saja sambil menunggu berita selanjutnya tentang karnaval. Saya juga sampaikan sedang istirahat dan sedikit lelah.Namun, dengan bergaya sangat familiar dan bersahaja, Sirait wartawan ini mengaku kenal dekat dengan keluarga saya yang di Siantar, bahkan rumah orangtua saya juga dia kenal. Tentu ini membuat suasana ruang kantor saya menjadi lebih santai.Sekali lagi saya berterimakasih yang sebesar-besarnya kepada Sirait wartawan yang sudah mampir ke ruangan saya dan bersedia terus menemani saya - mungkin karena dia orang Siantar dan katanya dekat dengan orangtua saya -walaupun sudah saya sampaikan tidak ada berita karnaval hari ini karena sedang proses ditunda dan berharap besok siang atau sore datang lagi ke kantor saya untuk resmi di wawancara, tentu berharap ada perkembangan yang baik tentang karnaval".Menurut Uli, sudah nasib menjadi kadisbudpar Tobasa menjadi bahan pembicaraan. Beliau akan tetap menjadi sahabat media sebagai mitra kerja dalam pemberitaan.(mtc/pintor)