MATATELINGA, Medan: Enam orang preman yang mangkal di jl Aksara Medan Tembung, menganiaya abang-beradik yang berprofesi sebagai sopir angkot dan kernek bernama Soit Hutabarat ,34, dan Nasro Hutabarat ,28, keduanya warga Jalan Bersama, Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (26/8/2017).Akibat penganiayaan tersebut, abak beradik yang cacat di kaki dan tuna rungu tersebut mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya. Korban selanjutnya melaporkannya ke Polsek Percut Sei Tuan.Informasi Matatelinga.com di Polsek Percut Seituan, sebelum menjadi korban penganiayaan, Saat itu Soit tengah mengemudikan angkot Koperasi 07 jurusan Tembung-Pakam, untuk mencari sewa. Sedangkan adiknya sebagai kernek duduk di samping abangnya.Saat melintas di Jalan Aksara, korban berupaya menghindari angkot yang dikemudikannya melintas di jalan yang rusak parah serta digenangi air. Tiba-tiba 2 pria meneriaki korban supaya tetap di jalur/jalan yang rusak tersebut, namun koban tak mengindahkannya. Kedua pelaku langsung menghampiri Soit dan menuduhnya telah menyenggol kedai di pinggir jalan.Namun korban membantahnya, serta mengajak pelaku ke kantor polisi jika memang memang ada menabrak warung. Pelaku emosi dan langsung memukul kepala korban hingga berulang-ulang. Tak terima dipukul, abang-beradik itu keluar dari angkot, sehingga perkelahian dua lawan dua tak terhindarkan. Di saat bersamaan, 4 pelaku lagi datang sembari membawa batangan besi dan kayu broti, lalu memukul kaca depan angkot korban. Selanjutnya pelaku memukul kepala belakang Soit hingga korban terkapar bersimbah darah.Para pelaku kemudian mengeroyok Nasro, namun ia tak bisa berteriak menahan sakit lantaran bisu. Melihat adiknya mengalami luka-luka akibat dianiaya para pelaku, Soit memaksakan dirinya untuk bangkit dan mengambil batu, lalu mengejar para pelaku. Para pelaku yang ketakutan saat itu juga meninggalkan lokasi.Soit ketika diwawancarai wartawan di kantor polisi mengaku menyesalkan tindakan para pelaku kepadanya, terlebih khusus lagi kepada adiknya."Adik saya itu bisu, namun para pelaku tak merasa kasihan dan tetap memukulinya secara membabi buta," kata pria yang mengalami cacat di kakinya itu.Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Pardamean Hutahaean SH SIK didampingi Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba SH ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan abang-beradik yang menjadi korban penganiyaan."Laporan korban sedang kita proses dan akan ditindaklanjuti," ujarnya(Mtc/rel)