Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Dikeluhkan Karena Telantarkan Warga, Ini Jawaban Mengejutkan Bidan Desa Ini

Dikeluhkan Karena Telantarkan Warga, Ini Jawaban Mengejutkan Bidan Desa Ini

- Senin, 28 Agustus 2017 08:42 WIB
Mtc/net
MATATELINGA, Tobasa: Anita Andriyani (bidan PNS) dan satu orang bidan desa PTT (Pegawai Tidak Tetap) yang bertugas di desa Meranti Tengah Kecamatan Pintu Pohan Meranti Kabupaten Tobasa Sumatera dikeluhkan warga.

Warga mengeluh karena kedua bidan tersebut jarang berada di desa mereka. Walaupun SK pengangkatan dirinya bertugas di desa jambu dolok sekitar dua tahu yang lalu, namun bidan desa tersebut jarang masuk.

Robin Siagian salah satu warga mengungkapkan kekesalannya di depan bupati Tobasa, Ir. Darwin Siagian dan Hulman Sitorus saat pertemuan warga dan pemerintah kabupaten Tobasa pada Minggu 27/8/17. Beliau kesal karena bidan desa tersebut merupakan bidan yang tidak mau merasakan penderitaan mereka.

Bidan desa tersebut merupakan tumpuan dan harapan mereka untuk mengobati sakit yang di derita warga. Namun karena bidan tersebut tidak masuk kerja, maka mereka mengalami kendala untuk berobat.

Jika ada yang sakit, maka si pasien harus dibawa keluar dari desa menuju desa lain yang berjarak 10 km dengan melewati jalan sempit di tepian jurang. Dengan menggunakan roda dua, sipasien harus dilarikan ke bidan desa lain karena kedua bidan tersebut hanya masuk 2 kali dalam setahun atau jika ada tamu dari dinas atau tamu khusus.

Mendengar keluhan warga tersebut, dihadapan warga desa, Bupati meminta agar kadis kesehatan dr. Frida Sinaga mengevaluasi kinerja mereka berdua. "Saya meminta agar kedua bidan tersebut diawasi kinerjanya" tegas bupati Darwin Siagian. 

Dr. Frida Sinaga Kepala Dinas Kesehatan yang hadir saat pertemuan tersebut berjanji akan memberikan teguran dan mengevaluasi kinerja mereka. "Saya akan memberikan teguran dan akan mengawasi kinerja mereka pak Bupati" ungkap Frida.

Pemerintah mencanangkan agar pelayanan kesehatan maksimal dan  merata. Pemerintah menugaskan bidan masuk desa agar pelayanan kesehatan maksimal dan merata. Namun bidan yang ditugaskan tidak mau tinggal bersama warga agar bisa setiap hari mengobati orang yang sakit dan bersalin. Beliau hadir jika ada tamu dari kecamatan dan dari kabupaten.

Atas perlakuan yang dilakukannya. Warga kesal karena bidan tersebut percuma diangkat dan ditempatkan disana. Jika ada warga yang berobat atau yang akan melahirkan, bidan tidak hadir disana.

Sementara itu menanggapi keluhan warga,  Bidan Anita Andriyani mengatakan kepada matatelinga.com bahwa akses jalan yang dilalui setiap saat sangat susah. Akses jalan yang sempit dan badan jalan yang berada di pingir jurang menjadi kendala. Bidan desa tersebut tinggal di kabupaten tetangga Asahan. Beliaupun sering menolak datang jika di hubungi via phonsel untuk mengobati orang sakit.

Dia juga  mengatakan jika awal mula bertugas dia merasa kaget . Beliau kaget dengan keadaan jalan desa dan tidak adanya aliran listrik. Disamping akses jalan yang tidak memadai beliau juga harus terpisah dengan anak semata wayangnya. Anak semata wayangya harus dititipkan ke neneknya.(Mtc/Pintor)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Penurunan Stunting, Bupati Humbahas Berharap Bindes Sepenuh Hati Melayani Kesehatan Warga