MATATELINGA, Tobasa: Humas Bukit Gibeon Ajibata Toba Samosir Helen Sitorus menyesalkan dimuatnya berita miring tentang lokasi wisata rohani Bukit Gibeon. Beliau menyangkan pemberitaan yang tidak berimbang dan tidak dikonfirmasi oleh salah satu media online.Dalam berita tersebut dikatakan jika penangkapan dua orang yang diduga kurir narkoba jenis sabu-sabu yaitu Nurlela dan HS adalah pekerja Bukit Gibeon. Penangkapan terjadi pada 27/8/17. Kedua orang tersebut ditangkap polisi saat hendak mengedarkan barang haram ke seorang pekerja berinisal E di dalam Bukit Gibeon.Helen Sitorus membantah semua tudingan tersebut, menurutnya kedua orang tersebut bukan karyawan Bukit Gibeon melainkan karyawan sebuah kontraktor yang bekerja di lokasi Bukit Gibeon. "Itu bukan karyawan kami (Bukit Gibeon-red), mereka berdua adalah karyawan sebuah kontraktor yang mendapat perkerjaan di lokasi Bukit Gibeon. Pekerja kontraktor di sini hampir 500 orang, dan karyawan Bukit Gibeon saya kenal semua. Jadi berita itu tidak dikonfirmasi ke kami" tegas beliau.Beliau juga mengatakan jika penangkapan kedua orang tersebut bukan di lokasi Bukit Gibeon tetapi di luar lokasi. Beliau sudah mengecek langsung dengan pihak kepolisian. Apparat kepolisian mengatakan jika penangkapan bukan di dalam kawasan Wisata Bukit Gibeon, tetapi diluar. "Kami tidak setuju Bukit Gibeon dikatakan rawan transaksi praktik narkoba, dan kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak lain termasuk pihak kepolisian akan tindak lanjut permasalahan ini" tegasnya.Menurutnya, berita tersebut bisa merusak citra lokasi wisata rohani yang sudah terkenal baik dan memiliki pengunjung puluh ribuan setiap minggunya. Namun beliau percaya jika si oknum yang menuliskan berita tersebut ada kepentingan lain. "Yah, saya kenal dengan kedua wartawan tersebut dan kami sebelumnya memiliki hubungan baik. Namun saya mengamati jika ada sesuatu niat yang lain dalam hubungan baik ini. Dan saya tidak mau di manfaatkan" ungkapnya. (Mtc/Pintor)