Matatelinga - Karo, Tim Sar yang melakukan pencarian terhadap korban yang terkena awan panas panas Gunung Sinabung yang kemungkinan masih tertinggal di Desa Suka Meriah, Kecamatan Payung, Karo, Sumut, dihentikan. Upaya ini akan dilanjutkan besok pagiSenin 3/2/2014), jika situasinya sudah memungkinkan."Selanjutnya besok pagi akan ditetapkan, bergantung pada hasil analisa PVMBG. Jangan ada anggota yg melakukan pencarian. Prinsip penyelamat itu, selamatkan diri sendiri dulu," kata Kepala BNPB Syamsul Maarif saat menemui petugas dan relawan di pos titik aju di Simpang Guru Kinayan, Minggu (2/2/2014).Namun, Syamsul Maarif memastikan upaya pencarian akan terus dilakukan. "Belum tahu ada tidaknya. Tapi kita akan lakukan pencarian sampai ketemu," ucapnyaPencarian ke Desa Suka Meriah hanya dilakukan dua kali pada hari ini. Regu pencari pertama harus pulang setelah sirine peringatan berbunyi di lokasi yang masuk zona bahaya itu. Tidak ada korban yang mereka temukanRegu kedua yang masuk pada gelombang berikutnya juga harus kembali, tak lama setelah mereka sampai ke Desa Suka Meriah. "Hari ini pencarian dilakukan dua kali. Kita ingin sampai sore pecariannya, tapi yang membatasi aktivitas gunungnya," sambung Syamsul Maarif.Sebelumnya, Komandan Batalyon 125 Simbisa Mayor CH Sagala mengatakan pencarian hari ini memang berisiko. "Saya ikut pencarian yang kedua. Terdengar terus suara gemuruh. Ada sirine peringatan sehingga ditarik dari lokasi. Kita pun bergantung pada hasil analisa PVMBG, mereka yang berwenang," imbuhnya.Selain itu, pencarian juga dipersulit tebalnya debu di desa yang nyaris rata dengan tanah itu. Bahkan di tepi jalan ketebelannya sekitar 10 cm. "Medannya sangat berat. Debu yang beterbangan pun menghalangi pandangan tim pencarian," kata Sagala.(Adm)