MATATELINGA, Asahan: Dalam satu jam aksi Tokoh lintas agama di Kabupaten Asahan melakukan deklarasi damai 3 pilar plus dan doa bersama terkait dengan tragedi kemanusian yang terjadi di Rohingya, dalam aksi tersebut juga dapat terkumpul dana kemanusian sebanyak Rp.9.478.000,-.Aksi damai dengan membacakan pernyataan sikap bersama tokoh agama di Asahan langsung dipimpin Wakil kepala Kepolisian Resor Asahan, Kompol Bernard Panjaitan, apel tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Asahan, DPRD Asahan dan Forkopinda, Jumat (8/9/2017), di Alun-Alun Rambate Rata Raya, Kisaran.Pernyataan sikap yang disampikan Ketua FKUB Asahan, Humaidi Samsuri Pane menyebutkan bahwa pihaknya men sangat mengecam dan mengutuk tindakan pelanggaran hak azasi manusia di Myanmar, mendorong pemerintah Indonesia untuk menampung pengusi Roningya yang datang ke negeri ini, serta mendesak pemerintah melakukan upaya diplomatik kepada Myanmar meminta pihaknya menjamin kerukunan beragama.Selaib itu juga mengajak semua tokoh masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab memberikan informasi kondisi Myanmar, seluruh tokoh agama di Asahan menghimbau Pemerintah agar lebih peduli dalam menjamin umat beragama dalam beribadah, ujarnya.Sementara Wakil Kepala Kepolisian Resor Asahan meminta semua lapisan masyarakat dapat menjaga serta memelihara keamanan di Kabupaten Asahan. Dan juga memberikan pencerahan dan penjelaskan sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.Jadikan Asahan sebagai Kabupaten percontohan dalam membina kerukunan beragama, ungkapnya.Pernyataan sikap ditanda tangani langsung oleh para tokoh agama, di antaranya, H Salaman Abdulah Tanjung (Islam), Danrisman, Sitanggang (Katolik), NK Sabay, (Hindu) PMDJoseph Randy (Buddha), Martono (Konghucu) dan diketahui oleh Pemkab Asahan dan Forkopinda, dan pada aksi selam satubjam tersebut dapt terkumpul dana kemanusiaan sebanyak Rp.9.478.000,-.(Mtc/Ben)