MATATELINGA, Belawan: Lebih dari seratus orang korban penggusuran PT KAI Belawan pada Senin (11/09/2017) menggeruduk Kantor KAI Medan, Gubenur Propinsi Sumatera Utara,serta DPRD Medan.Menurut kordinator aksi damai,Lili Fofo Yadi, mereka akan berangkat dari Belawan sebanyak 100 orang lebih menggunakan kendaraan bus dan sepeda motor untuk berorasi sambil membawa sepanduk,poster dan membawa bendera Merah Putih setengah tiang. "Tujuan kedatangan Kami ke PT KAI Medan ini meminta agar PT KAI memberikan uang ganti rugi atas penggusuran rumah kami yang berada di Jalan Stasiun Belawan," ujarnya."Kami menolak dengan tegas bahwa PT KAI Belawan melakukan penggusuran terhadap kami tanpa manusiawi memakai tangan besi melakukan intimidasi dengan membayar rumah rumah kami sebesar Rp 1,5 juta rupiah. Kami bersedia digusur tapi secara Malaysia dan PT KAI Medan menganggap Kami seperti binatang , sedangkan binatang saja dihargai tidak seperti ini," imbuhnya.Lebih lanjut, Lili mengatakan sah-sah saja PT KAI Medan akan menggunakan tanahnya untuk rel ganda , namun ia mengharapkan agar ada solusi yang baik dari PT KAI."Kami membawa bendera Merah putih setengah tiang ini,Kami menilai bahwa PT KAI dan Camat Medan Belawan telah mati hati nuraninya dan kami ini dianggap seperti binatang" kata kordinator aksi. Pengamatan wartawan ini di Belawan,seluruh rumah rumah warga yang menempati tanah PT KAI di Jalan Stasiun Kelurahan Belawan memasang bendera Merah putih ditengah tiang dan yang berangkat ke Medan terdiri dari ibu-ibu. (Mtc/Hendrik)