MATATELINGA, Tapsel: Memasuki hari ke 21 pasca kematian Rifzal Riandi Siregar warga Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) di sel tahanan Mapolsek Batangtoru, Polres Tapsel akhirnya beberkan penyebab kematian tahanan atas kasus perkelahian dengan oknum Polri yang bertugas di Polsek Batangtoru.Kepada wartawan, Senin (25/9/2017) malam, Kapolres Tapsel, AKBP M Iqbal mengatakan, hasil autopsi terhadap jasad Rifzal sudah diterima pihaknya. Dari hasil tersebut, pihaknya pun menyimpulkan kalau Rifzal tewas karena terhambatnya udara masuk ke saluran pernafasan."Sudah bos. Dari pemeriksaan luar dan dalam disimpulkan bahwa ybs (yang bersangkutan) mati lemas karena terhambatnya udara masuk ke saluran pernafasan karena tergantung . Thanks," ucapnya singkat melalui WhatsApp.Kendati telah memegang hasil autopsi tersebut, tapi hingga kini pihak kepolisian belum juga memberitahukan kabar tersebut ke pihak keluarga. Pasalnya, abang kandung korban, Rifki Sawali Siregar mengaku belum menerima hasil autopsi tersebut."Belum ada bang. Padahal sudah lebih dari 8 hari dia di autopsi bang," ungkapny singkat.Sekedar mengingatkan, Rifzal Riandi Siregar merupakan tahanan Polsek Batangtoru atas kasus perkelahian dengan oknum Polri yang bertugas di Polsek Batangtoru, Bripda Khairil Fadli, Minggu (27/8/2017) silam. Perkelahian tersebut berawal dari aksi yang dilakukan Rifzal usai menegak minuman keras.Dimana, kala itu Rifzal yang tengah mabuk berat mencoba menutup jalan di daerah Desa Napa. Disaat yang bersamaan, Fadli yang melintasi kawasan tersebut merasa terusik atas tingkah Rifzal.Akibatnya, Rifzal dan Fadli pun terlibat perkelahian. Melihat perkelahian tersebut, warga pun berusaha melerai keduanya.Tak senang atas perlakuan Rifzal tersebut, Fadli pun pergi ke Mapolsek Batangtoru yang berjarak sekira 2 KM dari lokasi kejadian. Berselang beberapa menit kemudian, Fadli pun kembali ke lokasi kejadian dengan membawa 4 orang rekannya yang merupakan anggota Polsek Batangtoru. Setibanya dilokasi, mereka pun kemudian memboyong Rifzal sembari memukuli Rifzal.Usai mendekam selama sepekan di hotel prodeo tersebut, pihak keluarga pun mendapat kabar kalau Rifzal tewas. Namun sayang, kabar tersebut diterima pihak keluarga lebih dari 5 jam tewasnya Rifzal.Tak pelak, hal ini pun membuat keluarga curiga kalau Rifzal bukan tewas akibat bunuh diri. Karena itu, pihak keluarga pun meminta dilakukannya autopsi terhadap jasad Rifzal guna menguak penyebab pasti kematiannya. (Mtc/dra)