Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Walikota Medan: Kita Dipersatukan oleh Bhineka Tunggal Ika

Walikota Medan: Kita Dipersatukan oleh Bhineka Tunggal Ika

- Selasa, 26 September 2017 15:40 WIB
(Mtc/ist)
Kita dipersatukan oleh Bhineka Tunggal Ika. Ungkapan tersebut ditegaskan Walikota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S M.Si diwakili Kepala Badan Kesbang Pol Kota Medan Ceko Wakhda Ritonga,SH ketika secara resmi membuka Seminar Penguatan Pemahaman Bhineka Tungga
MATATELINGA, Medan: Kita dipersatukan oleh Bhineka Tunggal Ika. Ungkapan tersebut ditegaskan Walikota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S M.Si diwakili Kepala Badan Kesbang Pol Kota Medan Ceko Wakhda Ritonga,SH ketika secara resmi membuka Seminar Penguatan Pemahaman Bhineka Tunggal Ika, di Hotel Madani, Selasa (26/9).Dengan mengangkat tema "Memahami Perbedaan Untuk Persatuan", diharapkan para peserta yang mengikuti seminar dapat memahami Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan berfikir muktikultur dan dapat saling menghargai segala perbedaan yang di miliki.Dalam sambutan Walikota Medan yang dibacakan oleh Ceko Wakhda Ritonga mengatakan sejak awal berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia, para pendiri negara menyadari bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk karena terdiri atas berbagai suku, adat istiadat, budaya, bahasa daerah serta agama yang berbeda-beda. Dengan keanekaragaman tersebut, mengharuskan setiap langkah dan kebijakan negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara diarahkan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan."Demi menyatukan banyaknya perbedaan, maka dipakailah semboyan Bhineka Tunggal Ika yang diambil dari Buku Sutasoma, maka secara mendalam Bhineka Tunggal Ika memiliki makna walaupun di Indonesia terdapat banyak suku, agama, ras, kesenian, adat dan bahasa, namun tetap satu kesatuan yang sebangsa dan setanah air," kata Ceko dihadapan para peserta.Lebih lanjut Ceko menjelaskan, keanekaragaman tersebut bukanlah merupakan perbedaan yang bertentangan namun justru keanekaragaman itu bersatu dalam satu sintesa yang pada gilirannya justru memperkaya sifat dan makna persatuan bangsa dan negara Indonesia.Disamping itu, bagi setiap masyarakat Indonesia, semboyan Bhineka Tunggal Ika dapat dijadikan sebagai dasar guna melaksanakan perwujudan terhadap kesatuan dan kerukunan bangsa Indonesia. Maka untuk itu Ceko berpendapat, sudah selayaknya Bhineka Tunggal Ika diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dengan cara menjalani kehidupan dengan saling menghormati dan menghargai setiap individu."Semboyan Bhineka Tunggal Ika harus terus disebarluaskan sehingga menjadi perekat dari keanekaragaman yang bangsa Indonesia miliki. Jangan pernah memandang perbedaan suku dan agama, sebab setiap individu pasti memiliki perbedaan, maka dari itu tanamkanlah semboyan Bhineka Tunggal Ika dalam hati kita semua."ungkap Ceko.Seminar yang berlangsung selama 6 (enam) hari ini  di ikuti sebanyak 200 orang peserta yang dibagi menjadi 6 (enam) angkatan yang terdiri dari Kepala Lingkungan dan Tokoh Masyarakat di Kota Medan serta mengundang narasumber yang berasal dari KPU Kota Medan, Kodim 0201/BS dan Fisip USU. (mtc)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Sudah Lapor Mendagri Berobat Ke Luar Negeri, Rico Waas Tegaskan Tidak Gunakan Dana APBD

Berita Sumut

Miliki Potensi Besar, Medan Terus Tumbuh Menjadi Kota Metropolitan Berbasis Teknologi

Berita Sumut

Camat Medan Polonia Fasilitasi Mediasi Persoalan Penutupan Tembok Viral di Jalan Pekong

Berita Sumut

Koordinator PWPM Perkuat Sinergi dengan Diskominfo Medan, Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Wartawan

Berita Sumut

Rico Waas Berharap DPP AdNI Berikan Pemahaman dan Edukasi Literasi Hukum bagi Warga Medan

Berita Sumut

UPT Puskesmas Medan Labuhan Luncurkan "Sipungkas", Jemput Bola Pastikan Warga Sehat