MATATELINGA, Rantauprapat: Harga gas LPG 3 kilogram (kg) melambung tinggi di Kota Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu. Bahkan, kenaikan harga LPG mencapai Rp9.000 menjadi Rp26.000 per tabung."Biasanya saya membeli gas elpiji tiga kilogram (Kg) Rp17.000 per tabung ke pedagang eceran, namun beberapa hari ini harganya melambung menjadi Rp26.000," kata D. Br Hombing (64), ibu rumahtangga warga Perumahan Puri Kampung Baru, Kelurahan Kartini, Rantauprapat, Selasa (26/9/2017).Ia menambahkan, selain harga LPG yang melambung, keberadaannya juga sulit diperoleh sehingga ia harus mendatangi satu per satu pedagang eceran untuk mendapatkannya.Menurutnya biasanya untuk mendapatkan LPG, ia hanya perlu mendatangi pedagang eceran yang tidak jauh dari rumahnya. Namun, saat ini harus menempuh berkeling kota untuk mendapatkannya.Sementara itu, Indri (40) ibu rumah tangga di kecamatan Rantau Selatan, menyebutkan harga gas LPG 3 kilogram di pedagang eceran naik Rp 9.000 per tabungnya dari sebelumnya Rp17.000 per tabung menjadi Rp 26.0000 per tabung."gawat sudah akibat kelangkaan gas 3 kg di pasaran, bertambah biaya pengeluaran untuk ke dapur, bagi kami kalangan bawah, ini sangat mencekik leher, kami berharap agar pemerintah melakukan sidak ke lapangan untuk menindak tegas pengecer yang bermain" cetusnya.Dari pantawan MATATELINGA.COM di salahsatu pangkalan gas LPG di Jalan Siringo ringo, bahkan berani secara terang-terangan menjual gas LPG 3 kilogram seharga Rp 17.000 per tabung, di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan yakni seharga Rp 16.000 per tabung."Ya cemana lagi mau kami buat bang, jatah tabung yang biasanya setiap hari datang, dua bulan terakhir ini, dalam seminggu Cuma empat hari yang datang , gak tau apa masalahnya jatah tabung gas LPG 3 Kg kurangi oleh agen distributor ," ujar Amin pemilik pangkalan.Ia menyebutkan, per hari biasanya mendapat jatah gas LPG 3Kg sebanyak 280 tabung, namun dua bulan terakhir, jumlah tabung yang datang berpariasi."ya terpaksa lah kami naikkan harga jualnya, dari harga HET yang kami cantumkan, kalau gak kami naikkan, apa biaya untuk menggaji pekerja kami, " cetus Amin.(Mtc/Zul)