Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
P3SU Medan Tembung Atasi Sampah Plastik Pemicu Banjir

P3SU Medan Tembung Atasi Sampah Plastik Pemicu Banjir

- Rabu, 27 September 2017 15:26 WIB
(Mtc/ist)
Sebanyak 25 orang Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) Kecamatan Medan Tembung diturunkan untuk membersihkan sekaliguas mengorek drainase di Jalan Wahidin, persisnya di bawah perlintasan Light Rail Transit (LRT) yang tengah dibangun, Sela
MATATELINGA, Medan: Sebanyak  25 orang  Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) Kecamatan Medan Tembung diturunkan untuk membersihkan sekaliguas mengorek drainase di Jalan Wahidin, persisnya di bawah perlintasan Light Rail Transit (LRT) yang tengah dibangun, Selasa (26/9).Pasalnya, drainase yang ada mengalami penyumbatan akibatnya banyaknya sampah plastik yang menyebabkan air tidak dapat mengalir. Akibatnya drainase tidak berfungsi sehingga  kawasan tersebut rentan digenangi air, terutama ketika hujan deras turun.Menurut Camat Medan Tembung A Barli Nasution, penyumbatan ini terjadi karena drainase sudah lama tidak dikorek sehingga mengalami sendimentasi yang cukup parah."Paling banyak sampah berbahan plastik. Sudah itu sampah plastik ini berbelit-belit dan terikat  di dasar drainase bercampur lumpur. Sampah plastik inilah yang menyebabkan terjadinya penyumbatan sehingga membuat air tidak mengalir," kata Barli.Untuk mengatasi hal itulah, Barli mengerahkan 25 orang tim buser yang tergabung dalam P3SU. Tim ini bekerja untuk membersihkan sekaligus mengorek sampah plastik tersebut. "Kalau tidak dikorek, maka setiap kali hujan deras turun akan menyebabkan banjir,"  ungkapnya.Dari hasil pembersihan dan pengorekan yang dilakukan tim P3SU, selain sampah plastik,  juga ditemukan lumpur bercampur batu sepanjang 500 meter.  Selanjutnya sampah, lumpur dan batu tersebut diangkat  dan dibuang ke lokasi pembuangan.        Setelah pembersihan dan pengorekan selesai dilakukan, air pun mengalir kembali. Barli pun optimis, drainase  kembali berfungsi sehingga dapat menampung debit air hujan. "Kalau hujan turun, insya Allah drainase ini dapat menampung debit air dan menyalurkannya ke pembuangan akhir. Tidak seperti selama ini langsung meluber dan menggenangi jalan maupun halaman rumah warga," ungkapnya.Kemudian barli pun mengajak sekaligus mengetuk pintu hati masyarakat sekitar, terutama para pedagang yang berjualan di sekitar kawasan tersebut agar tidak membuang sampah dalam drainase."Mari kita bersama-sama menjaga drainase yang sudah bersih ini tetap bersih. Jangan sekalipun membuang sampah dalam drainase untuk mencegah terjadinya penyumbatan. Apalagi saat ini intesitas hujan cukup tinggi, sebab penyumbatan akan memicu terjadinya banjir," harapnya. (mtc)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Reza Pahlevi Lubis Dampingi P3SU Bersihkan Drainase di Tanjung Gusta

Berita Sumut

Jaga Kebersihan Medan di Malam Takbiran 1445 H, Petugas Bestari dan P3SU Tetap Siaga Bekerja

Berita Sumut

Kecamatan Medan Belawan dan Warga Berinovasi Daur Ulang Sampah Plastik Jadi Balok dan Papan

Berita Sumut

Bobby Nasution Ajak Biasakan Diri Kelola Sampah Plastik Lewat 3R

Berita Sumut

Kelurahan Teladan Barat Buat Gaun Pengantin Dari Sampah Plastik

Berita Sumut

Camat Medan Labuhan Kerahkan Seluruh Petugas P3SU dan Kepling