MATATELINGA, Helvetia: Brigadir Efendi dan personilnya tak menyangka kejadian apes menimpa mereka. Saat menangkap tersangka penyabu, ehhh....malah ketiban sial. Penegak hukum itu pun amuk massa. Katanya sang pelaku menerika aparat berseragam coklat itu begal. Peristiwa ini tejadi Sabtu (07/10/2017) malam. Akibat teriakan tersangka tersebut, Brigadir Efendi Ginting, personel Polsek Medan Helvetia babak belur dihajar warga. Aksi main hakim tersebut terhenti setelah salah seorang anggota Den Intel TNI dan personel Polsek Medan Sunggal turun ke lokasi."Mereka mau menangkap tapi penangkapan tersebut sepertinya dijebak dan kibusnya yang turun terlebih dahulu bersama dengan salah seorang polisi," kata salah seorang wanita, warga sekitar yang enggan namanya disebutkan seperti diterima MATATELINGA.COM, Senin (09/10/2017).Dijelaskan wanita berambut pendek dan berkulit putih tersebut, saat hendak ditangkap pelaku berteriak begal dan warga langsung memukuli polisinya yang sedang menyamar itu. "Sudah diborgol tapi keluarga tersangka menghalang-halangi dan berteriak begal. Warga pun langsung datang menyerang dan memukulinya," ucap wanita tersebut.Apes bagi personel Polsek Medan Helvetia tersebut, walau sudah berhasil menangkap tersangka Sultan bersama barang bukti satu paket sabu-shabu, penangkapan tersangka berakhir dengan pukulan warga sekitar. "Sementara itu, tiga polisi lainnya menghalangi massa agar personel yang menyamar itu tidak menjadi bulan-bulanan massa," ucapnya."Massa yang ramai langsung mengepung petugas (Efendi) dan kibusnya yang sudah memborgol tersangka langsung dikeroyok warga. Setelah bersitegang dan sudah mengungkapkan identitas, seluruh petugas berhasil melarikan diri dari lokasi termasuk kibusnya itu," jelas seorang pria warga sekitar.Akibatnya, Brigadir Efendi Ginting dan Muhammad Padli mengalami luka memar diseluruh wajah dan luka robek dibagian kepala atas. Keduanya pun dilarikan ke RS. Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan intensif. "Warga langsung bubar begitu anggota Den Intel TNI dan Polsek Medan Sunggal turun ke lokasi," jelas pria tersebut. (MTC/Tim)