MATATELINGA, Medan: Puluhan siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 28 Medan yang berada di Jalan Karya Bersama, Medan Johor kesurupan massal saat mengikuti upacara bendera, Senin (9/10). Dari informasi yang diperoleh bahwa kesurupan tersebut terjadi saat para siswa sedang mengikuti upacara bendera Senin pagi. "Tadi, kami lagi upacara sekitar jam 7 pagi. Tiba-tiba ada anak kelas 7 kesurupan langsung kami heboh," ucap para siswa di depan sekolah. Sementara, seorang siswi kelas 8 Guna mengatakan bahwa pada saat kejadian tersebut hampir semua siswi perempuan yang kesurupan. "Perempuan yang kesurupan bang semua. Kesurupannya pindah-pindah," ucapnya.Dari pantauan, hingga pukul 11.00 WIB para siswa dan guru panik melihat siswa yang kesurupan tersebut. Para siswa yang kesurupan tersebut kemudian diobati oleh guru dan terlihat juga para orang tua dari siswa yang kesurupan membawa anak mereka untuk diobati. Seorang para normal yang mengenakan baju merah terusan bercorak batik mengatakan bahwa para siswi yang kesurupan tersebut berawal dari pohon yang berada di dalam sekolah ditebang."Penjaganya marah karena rumahnya sudah dirusak, akibatnya dia masuk ke badan anak-anak ini yang lemah. Mereka tidak terima kalau rumahnya diobrak-abrik karena mereka merasa tertanggung," ucapnya saat mengobati siswi yang kesurupan, Senin (9/10).Paranormal yang mengobati siswi tersebut pun terus berkomunikasi dengan siswi yang kesurupan tersebut. "Sudah, jangan lagi ganggu anak-anak ini," katanya kepada siswi kesurupan.Terkait penebangan pohon tersebut, Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 28 Medan, Horas Pohan mengatakan bahwa pohon tersebut dipotongnya pada Jumat (6/10) lalu. "Ya, Jumat lalu saya tebang pohon itu. Karena menurut saya sudah lebat, maka saya tebang. Biar nampak rapi," katanya kepada wartawan.Dirinya juga bingung saat upacara melihat siswinya tersebut kesurupan."Saya heran, satu orang yang kesurupan yang lain sehingga siswa-siswa pada berteriak semua. Tapi, Alhamdulillah semua sudah bisa diatasi berkat bantuan guru, warga sekitar dan paranormal," ungkapnya. (mtc)