Matatelinga - Belawan Rombongan Kompolnas dari pusat yang dipinpin Logen Siagian dan Edi Sahputra Hasibuan dan rekannya setiba di Medan pada Selasa (4/2/ 2014) langsung menuju kelokasi pertambakan warga yang berda di Seruai Lingkungan 2 Batang Kilat Kelurahan Medan Labuhan untuk melihat dari dekat lokasi pertambakan yang disengketakan dengan PT Makmur Mandiri Lestari ( PT MML ).
Kedatangan Kompolnas bersama romobongan ke Batang Kilat lokasi pertambakan ikan dan udang ini berkat pengaduan kedua korban KH AL Ustadz Zulkarnaen bersama anaknya Zakwan yang dianiaya oknum Brimob dengan cara ditendang, dipijak pijak dan diseret seret pada tanggal 18 Desember 2013 lalum sehingga kedua korban terpaksa dirawat di RS Martha Priska Medan .
Kejadian tersebut sangat merusak citra Polri dan warga menilai ,tidakan tersebut merupakan tidak yang sangat kejam terhdap KH AL Ustadz KH Zulkarnaen bersama anaknya Zakwan . Kedua ayah dan anak ini ibarat binatang diperlakukan secara tidak manusiawi oleh oknum Brimob bersenjata laras panjang .
Atas kejadian tersebut maka kedua korban membuat pengaduan ke Kompolnas Pusat untuk minta perlindungan Hukum , sedangkan kedua korban minta kepada Kompolnas agar para pelakunya dari oknum Brimob tersebut ditindak secara tegas sesuai dengan Hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia ini .
Kompolnas dihadapan masyarakat pengelola tambak ikan dan udang berjanji akan meneruskan persoalan tersebut ke Kapolda Sumatera Utara dan bila perlu ke Kapolri di Jakarta kata Logen Siagian bersama teman temannya .
Usai berdialok dengan masyarakat pengelola tmbak ikan dan udang , Kompolnas langsung berangkat ke Mapoldasu menemui Kapolda Sumatera Utara untuk menanyakan perlakuan oknum Brimob bersenjata laras panjang yang telah menganiaya kedua petani tambak dikawasan Seruai Kelurahan Medan Labuhan .
Sementara itu KH AL Ustadz Zulkarnaen dan anaknya Zakwan kepada wartawan mengatakan bahwa tindakan oknum Brimob yang menganiaya dirinya serta anaknya itu dihadapan Muspida Medan Utara yang saat itu ditempat ada Kapolres Pelabuhan Belawan , Camat Medan Labuhan , Lurah Sei Mati dan petugas lainnya .
Mereka hanya menjadi penonton saja dan tidak berani melerai tindakan oknum Brimob yang sedang menganiaya masyarakat yang tidak berdosa dan tidak ada melakukan perlawanan kepada oknum Brimob tersebut . Ketika itu anak dan ayah ini dianiaya sedang melaksanakan Zikir bersama dengan puluhan warga dipondok ditengah kolam
(Hendrik/Adm)