MATATELINGA, Batubara : Perangkat kesehatan Puskesmas dan perangkat Kepala desa, Kaus,kepling Se Kecamatan Tg Tiram menggelar pertemuan Orientasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang di laksanakan di Aula kantor Kec. Tg Tiram, Senin (23/10/2017). Hadir dalam acara pertemuan Orientasi STBM Dinas Kesehatan Kab. Batubara yang di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Khadijah, Camat Tg Tiram yang di wakili Sekcam Iqbal Attah S. Sos, Kadus, Kepling,Danramil 05 Tg Tiram yang mewakili (Babinsa),dan Beberapa Kades yang juga turut hadir. Dalam pidato singkat nya, Camat Tg Tiram yang di wakili Sekcam Iqbal Attah S. Sos mengatakan masih ada di temukan Sanitasi Alam yang menggunakan sungai dalam aktifitas MCK di lingkungan Masyarakat."Masih ditemukan aktifitas MCK masyarakat,dalam hal ini, saya berharap kepada Kepala desa Se-Kecamatan, kadus, Kepling agar benar-benar memperhatikan Sanitasi / Lingkungan, terutama kepada para Kades untuk membuat program sanitasi basis masyarakat di dalam penggunaan dana desa ". Papar nya "Masih kita temukan KLB (Diare), Gizi buruk di Kec. Tg Tiram,besar kemungkinan berasal dari lingkungan yang kotor dan kawasan kumuh dari produksi sampah,untuk itu mari kita tingkat kan Sanitasi Total Basis Masyarakat (STBM) di setiap desa,"tambah Kadis Kesehatan yang di wakili Kabid Kesehatan Masyarakat Khadijah. Menurut Tutor STBM Dinas Kesehatan Dewi mengatakan terkait lingkungan, kawasan kecamatan Tg Tiram masih di nilai buruk,seperti penggunaan MCK (sungai),WC terpanjang sedunia (sungai),Akses Air bersih,Sampah,genangan air limbah (tumpat) dan kebiasaan membersihkan tangan untuk menghindari penyakit melalui tangan dan berharap hal kegiatan perlu ada sinergitas kepada instansi,lembaga terkait di wilayah kerja. "Kegiatan STBM melalui Program 5 pilar dapat menciptakan lingkungan bersih,sehat dan dapat memberdayakan kegiatan bersinergitas bersama instansi terkait,dan pola hidup sehat program di Kab. Batubara khusus nya Kec. Tg Tiram masih buruk, seperti MCK, Air bersih, sampah,genangan limbah dan sistem tata keloka lingkungan yang belum memadai," ujarnya(Mtc/Khas)