MATATELINGA, Rantauprapat : warga yang mengaku dari kelurahan Pulo Padang Kecamatan Rantau Selatan datang kantor DPRD Labuhan batu meminta agar Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Pulo Padang Permai.Aksi unjuk rasa yang dilakukan itu, didepan kantor wakil rakyat yang kebetulan sedang rapat paripurna membahas alat kel engkapan DPRD, Selasa (24/10).Dalam orasinya, kordinator aksi Ahmad Yani dan Heriansyah Lubis yang bergantian berorasi meminta agar PKS milik PT PULO PADANG PERMAI ditutup karena berbagai alasan. Dari alasan perijinan yang belum lengkap, sampai kepada masalah amdal." Kami tidak ingin menghirup udara kotor dari adap pabrik, anak sekolah tidak dapat konsentrasi belajar karena suara bising dari pabrik," teriak Ahmad yani salah satu orator.Pengunjuk rasa itu mengelar aksinya didepan kantor DPRD jalan Sisingamangaraja kecamatan Rantau Selatan.Pantauan Wartawan dilapangan, dan siapa yang memulai, secara tiba tiba, pengunjuk rasa meringsek masuk keruang sidang, sesaat, terjadi tolak menolak antara pengunjuk rasa dan Sat Pol PP. Akibat dari saling tolak tersebut, salah satu kaca pintu masuk. Pengunjuk rasa terus mencoba masuk, akhirnya petugas polres Labuhanbatu menengahi dan menenangkan pengunjuk rasa.Begitu kaca pintu pecah, Ahmad Yani diorasinya mengatakan bahwa mereka diajak masuk oleh Saipul Sirait anggota DPRD dari Partai Bulan Bintang (PBB)."Mana Saipul, dia yang mengajak kami masuk, dia tidak bertangung jawab. Bukan kami yang pecahkan kaca, jangan salahkan kami," ujar Yani melalui toa yang digengamnya.Mendapat laporan ada kericuhan, Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang datang kelokasi didampingi Kabag Ops AKP J Panjaitan dan mengajak pengunjuk rasa masuk keruang tunggu rapat utama, untuk dilakukan mediasi.(mtc/zul)