MATATELINGA, Tobasa: Dumoli Pardede sebagai Ketua Umum H3 (Horas Halak Hita) menyebutkan jika Toba Cross Run 2017 yang diadakan pada Sabtu, 28/10/17, adalah ajang marathon tertinggi dunia atas inisiatif Bupati Toba Samosir Ir. Darwin Siagian . Alasannya, karna pertandingan berada di ketinggian diatas 1400 dpl (diatas permukaan laut) dan yang pastinya akan berpengaruh pada sipelari yang berasal dari berbagai negara.Peserta lomba dari negara yang ikut bertanding dalam Toba Cross Run ini diantaranya Thailand, Malasya, Philipina, Kenya dan Singapura. Dan sebagai tuan rumah, Toba Samosir mengikutkan pelajar dari berbagai sekolah. Pelari dunia asal Kenya, Samson (29) merupakan salah satu pelari yang ikut berlomba. Beliau merupakan pelari kelas dunia dan sering menjadi juara dalam setiap lomba marathon. Kali ini beliau mengikuti lomba lari marathon 25k Silangit.Menurut ketua organisasi khusus perantau orang Batak itu, dirinya mengetahui bahwa Toba Samosir akan mengadakan lomba lari marathon dengan 3 jenis lomba. Lomba disesuaikan dengan jarak tempuh seperti 55k-Balige, 25k-Silangit dan 5k-Sipinsur. Setiap peserta akan berlari berdasarkan nomor lomba yang didaftarkan. Sedangkan rute 55 k- Balige akan melewati jalan pedesaan. Rute awal dimulai dari depan RS HKBP Balige dan finish di Sipinsur Humbang Hasundutan.Bupati Toba Samosir Ir. Darwin Siagian sekitar pukul 05:30 WIB saat setelah melepas para pelari mengatakan, akan mengembangkan olah raga sehat berupa jalan santai atau olah raga lain. Semuanya bertujuan untuk menyehatkan warga Toba Samosir. Bupati juga mengatakan jika para pelari marathon ini akan turut mempromosikan keindahan Danau Toba di negara asalnya. "Ini adalah sekalian promosi pesona Danau Toba di Negara asalnya. Mereka akan menceritakan bahwa Danau Toba begitu indah" kata beliau.Rencananya, event seperti ini tahun depan akan tetap dilaksanakan untuk mengembakan promosi wisata Danau Toba. Setiap pelari akan melewati jalur wisata Lumban Silintong, desa Meat dan berakhir di Sipinsur Humbang Hasundutan. Jalur yang dilewati para pelari disuguhkan dengan pemandangan tepi Danau Toba dan tebing gunung yang indah dan tenang. Seperti ucapan pelari asal Kenya ini. "Saat sedang lari, saya melihat pemandangan kaki bukit Danau Toba dan merasa kagum dan bangga bisa berada di Tobasa. Disamping udaranya yang sejuk segar, penduduknya juga ramah-ramah" katanya. (Mtc/Pintor)