MATATELINGA, Medan: Kendaraan yang menggunakan rotator (sirine) juga menjadi target operasi Zebra 2017. Hal ini dikatakan Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP M Saleh. Ini katanya lantaran saat ini rotator kerap digunakan oleh para pengendara untuk kepentingan lain."Operasi Zebra dimulai hari ini hingga dua minggu ke depan. Sasaran operasi kelengkapan kendaraan bermotor, menerobos trafficlight dan marka serta penggunaan rotator,"jelas Kasat Lantas, Rabu (1/11) di kawasan Lapangan Merdeka Medan.Saleh menjelaskan tidak semua kendaraan boleh menggunakan rotator. Hal itu sudah diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam operasi ini, pihaknya bakal menertibkan kendaraan yang menggunakan rotator. Disinggung soal rotator yang dijual secara bebas, dalam waktu dekat pihaknya juga akan memberi imbauan pada pedagang agar tidak sembrangan memperjualbelikannya.Operasi ini, sambung Kasat Lantas, diharapkan dapat menumbuhkan sikap tertib lalu lintas sekaligus menimbulkan efek jera bagi para pelanggar lalu lintas. Selain itu, ucapnya, dengan berlangsungnya operasi ini diharapkan tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas."Saling mengingatkan supaya melengkapi kelengkapan kendaraan bermotornya. Yang terpeting harus bisa menjadi polisi bagi diri sendiri. Kalau kita sudah melengkapi kelengkapan sebelum berkendara otomatis kita akan percaya diri saat mengendarai kendaraan bermotor. Ini juga mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas,"terangnya.Pada hari pertama di mulainya Operasi Zebra di Medan, petugas Sat Lantas Polrestabes Medan menindak sekitar 64 pelanggar lalu lintas. Yang terdiri dari 32 pengendara yang tak memiliki STNK, 23 orang tak memiliki SIM serta menindak 9 sepeda motor yang tak dilengkapi surat-surat. (mtc)