MATATELINGA, Medan: Nampak para pelaku begal terus beraksi di wilayah hukum Polsek Medan Sunggal. Kali ini yang menjadi korban seorang guru Sekolah bernama Orni Sp.d ,57, Warga warga Jalan Nusa Indah Raya Medan, dibegal di seputaran Jl sei Sikambing,Kecamatan Medan Sunggal, saat menumpang beca bermotor,Kamis (2/11/2017).Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka patah tangan kanan dan kiri nya, serya bahu korban sebelah kiri juga patah, mempertahankan tasnya yang dirampas oleh dua pelaku dengan menggunakan sepeda motor jenis bebek. Kedua pelaku berhasil membawa kabur tas korban. Sedangkan korban dilarikan warga ke rmah sakit terdekat, untuk mendapat perawatan.Informasi dilapangan menyebutkan, saat itu korban yang baru pulang mengajar disalah satu sekolah Dasar Negeri dikawasan Titi Bobrok Medan, dengan menumpang becak bermotor hendak pulang kerumahnya. Tanpa rasa curiga seperti biasanya, korban memmgang tasnya. Tiba Tiba, seputaran lokasi kejadian tepatnya di depan Perumahan Tomang Elok, datang dari arah belakang satu unit sepeda motor jenis bebek yang dikenderai oleh dua orang pemuda berboncengan memepet becak yang ditumpangi korban dan langsung merampas tas korban.Korban yang coba mempertahankan harta benda miliknya, hingga terjatuh dari becak. Bahkan dengan sadis, pelaku menyeret korban agar tas yg dipertahankannya bisa lepas dari tangan korban. setelah berhasil merampas tas korbannya, kedua pelaku langsung kabur melarikan diri kejalan Gatot Subroto Menuju arah Binjai.Korban yang mengalami terluka parah dan luka patah tangan kanan dan kiri nya, seraya bahu korban sebelah kiri juga patahlangsung dibawa kerumah sakit untuk menjalani rongsen. Saat ini korban dirawat dipengobatan tradisional Malumta Jalan Veteran Pasar 7 Helvetia Gang.Telo Medan.Menurut sejumlah saksi mata yang ada dilokasi kejadian, peristiwa pembegalan kerap terjadi dijalan Sei Sikambing Medan. warga sudah resah dengan aksi pembegalan yang sering terjadi, baik itu siang maupun malam hari dikawasan jalan sei sikambing Medan, sebutnya minta namanya tidak disebutkan.Sementara itu Kapolsek Medan Sunggal Kompol Wira Prayatna pada Waspada melalui Whatsapnya Kamis (2/11) mengatakan, terkait kasus kasus tersebut, belum ada laporan resmi ke Polsek Sunggal, namun info dari rekan media sudah kita peroleh. Dan Polsek sunggal "JEMPUT BOLA", mendatangi korban dan meminta keterangan perihal kejadian tersebut. Kemudian melakukan Penyelidikan Untuk ungkap kasus tersebut.Dimana, Polsek Sunggal dalam minggu ini sudah melaksanakan apel 3 Pilar kebangsaan plus (kecamatan, Koramil, Polsek sunggal dan instansi terkait, dan Tomas, tokoh agama), sepakat semua pihak melakukann pencegahan, antra lain, mengaktifkan poskamling, melaksanakan Patroli terpadu.Selain itu,Polsek Sunggal Koordinasi dengan Kecamatan agar fasilitas yang kurang atau rusak agar diperbaiki, sebutnya. (Mtc)