MATATELINGA, Batubara : Operasi Zebra Toba 2017 yang digelar Polres Batubara mulai tanggal 1-14 Nopember 2017 yang dilaksanakan beberapa hari di Simpang Empat Kec. Tg Tiram Kab. Batubara jadi pemandangan bagi warga masyarakat. Sebab, selain akses jalan pintu masuk dari segala penjuru yang memang memiliki arus padat lalu lintas,di tambah lagi berdekatan nya dengan sekolah SMAN 1 Tg Tiram, SMKN 1 Talawi,Alwasliyah, pesantren Tafiz Al Quran Al Muhklisin yang mana siswa siswi pelajar menggunakan sepeda motor rentan terkena razia,belum lagi bagi pengendara lain nya seperti komunitas RBT (Ojek) yang selalu mangkal di Persimpangan.Ops Zebra toba yang di laksanakan pada pukul 14.00 wib hingga selesai kurang lebih 15.30 wib,senin (13/11/2017) di jalan Merdeka simpang Empat Kec.Tg Tiram menangkap puluhan unit berbagai jenis kenderaan sepeda motor,namun secara pasti belum di ketahui jenis pelanggaran berlalu lintas yang membuat kenderaan pengguna jalan di tangkap dan langsung di giring Pos Lantas Polres Batubara di Lima Puluh.Ketika di hubungi Matatelinga Kapolres Batubara AKBP Dedi Indriyanto SH.M.si melalui pesan singkat WA nya terkait pelaksanaan Ops Zebra toba Patuh berlalu lintas menjawab '' Operasi Patuh Toba 2017,hubungi Kasat Lantas untuk data nya ". Tulis pesan singkat WA Kapolres Batubara Sebelum nya,matatelinga menghubungi Kasat Lantas Polres Batubara AKP Hendrik melalui pesan singkat WA belum dapat menjawab Konfirmasi wartawan,atas kaitan data jumlah penangkapan kenderaan,jenis kenderaan,pelanggaran dan perlengkapan surat dokumen kenderaan selama beberapa hari di Jalan Merdeka Simpang Empat.Begitu juga di hubungi wartawan,Katim Ops Zebra Toba Patuh berlalu lintas 2017 Iptu HW Siahaan terkait jumlah,jenis kenderaan,pelanggaran pengguna jalan dan kelengkapan surat dokumen kenderaan,namun juga belum memberikan konfirmasi atas data penangkapan kenderaan hingga berita ini di kirim ke redaksi.Menurut warga sekitar,Ilham yang ikut menyaksikan jalan nya Ops Zebra Toba 2017 di Simpang Empat Kec.Tg Tiram terkait Ops Zebra Toba,merasa kurang tepat dalam menempatkan Tempat dan waktu serta cara penangkapan pelanggaran berlalu lintas."Kita lihat cara Oknum Polisi Lalu lintas yang melakukan penangkapan,agak janggal,sebab mengejar pengendara menggunakan sepeda motor patroli dapat membahayakan nyawa pengendara,belum lagi tempat dan waktu nya,sepulang anak sekolah,hingga anak -anak sekolah terlambat pulang kerumah bagi yang menggunakan jasa RBT (Ojek) belum pengendara lain nya,coba lihat,banyak pengendara sepeda motor memotong jalan,padat gang itu bang,hingga sunyi pasar ni ketika Polisi melakukan Ops Zebra Toba di Simpang Empat ".paparnya.(Mtc/Khas)