MATATEELINGA, Belawan: Seorang nelayan tewas dengan kondisi mengenaskan usai digilas kereta api dari arah Medan di persimpangan rel Simpang Salam Belawan, Selasa (14/11) pukul 05.00 wib. Korban bernama Anas (30) warga Jalan TM Pahlawan Lorong Sukur Kelurahan Belawan l ini diduga dalam kondisi mabuk saat melintas rel tersebut.Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenajah korban awalnya ditemukan oleh Kamisah (40) salah seorang warga yang saat itu akan pergi berbelanja. Kebetulan Kamisah melintasi rel tersebut. Disana dia menemukan potongan kepala manusia yang terputus. Kaget, dia pun lantas berteriak memanggil warga.Sontak, warga mengerumuni lokasi kejadian. Sebagian warga menelpon polisi dan ambulan, sedangkan sebagian lagi melihat kondisi jenajah sembari mencari potongan tubuh korban yang bercecer.Akibatnya, arus lalulintas sempat tersendat di kawasan tersebut. Tak butuh waktu lama, personil polisi yang disusul mobil ambulan tiba di lokasi. Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Pirngadi Medan.Sementara itu, Obai (50) orangtua korban yang mendengar informasi mengenai kondisi sang anak langsung menuju lokasi. Sesampai di lokasi, dia memastikan bahwa korban adalah anaknya. Obay pun langsung menangis histeris. Sejumlah warga mencoba menenangkan pria ini.Berdasarkan pengakuan Obai (50), Anas yang bekerja sebagai nelayan ini sering tidak pulang kerumah. "Sehabis melaut, korban biasanya langsung minum-minuman keras bersama teman temannya sesama nelayan," ujar Obai. (mtc/hendrik)