Matatelinga - Medan, Tak jelas dengan proses hukum dari beberapa kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kota Gunung Sitoli kepulauan Nias, disinyalir sengaja didiamkan oleh pihak kejaksaan negeri Gunung Sitoli. Membuat puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesis (GMNI) Gunungsitoli, melakukan unjuk rasa untuk menanyakan kasus tersebut, ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Kamis (6/2/2014) siang.Ada kasus-kasu korupsi seperti Kasus Dana Hibah Kota Gunungsitoli tahun 2010 yang terindikasi merugikan negara sebesar Rp4.000.000.000.Kata Anotona Larosa selaku kordinator aksi."Kasus ini sendiri penanganannya sudah sejak 25 September 2012 lalu, tetapi penyidik pihak Kejari Gunung sitoli sengaja mengendapkan kasus ini,"teriak massa didepan kantor Kejatisu di Jalan AH.Nasution, Medan.Selain itu, kasus korupsi pengadaan alat-alat kesehatan yang bersumber dari dana APBN-P tahun anggaran 2012 senilai Rp10 milyar yang ditangani pihak Kejati Sumut. Massa menduga kedua kasus korupsi ini melibatkan Edison Ziliwu yang saat kasus itu menjabat sebagai Kadis PPKAD dan Kadis Kesehatan Gunungsitoli. Atas hal itu, massa minta kepada pihak penyidikan untuk segera menetapkan status Edison Ziliwu.Massa yang didominasi kaum mahasiswa itu. menyebut keterlibatan Walikota Gunungsitolu Martinus Lase dan Sekda Gunung Sitoli yang dituduh sebagai biang korupsi di kota itu."Kami Meminta pihak Kejatisu mengusut hingga tuntas kasus korupsi penyimpangan pengadaan alkes dan menuntaskan kasus korupsi dana hibah pemilukada kota Gunungsitoli, semua yang terlibat diproses, jangan lagi masyarakat dirugikan, atas perbuatan meraka,"dalam orasinya.massa sempat menolak Staf Humas dan Kasipenkum Kejatisu Chandra Purnama, memberikan keterangan. Massa tetap bertahan ingin bertemu Kepala Kejatisu Bambang Setyo Wahyudi."Kami tidak mau deligasi atau utusan. cepat hadirkan bapak Kejatisu. Kami minta penjelasannya. Kami masyarkat dia juga,"kata orator dengan nada kerasakhirnya perwakilan dari GMNI diperkenakan masuk bertemu dengan petinggi Kejatisu untuk menyampaikan aspirasi, atas kasus korupsi yang terjadi di Gunung Sitoli.(Adm)