Matatelinga - Medan, BPH Migas berpedoman kepada Perturan Presiden No. 15 dan Peraturan Menteri ESDM No. 18 melarang kapal ikan berbobot 30 gross ton menggunakan (BBM ) Subsidi dan akibatnya ratusan kapal ikan yang selama ini memperkerjakan ribuan pekerja di atas kapal ikan terpaksa menganggur sedangkan kapal ikannya terpaksa ditambatkan didermaga Perikanan Samudra Gabion Belawan.Ketua HNSI Kota Medan Zulfahri Siagian mengtakan, kapal ikan berbobot 30 gross ton yang saat ini sandar didermaga Perikanan Samudra Gabion Belawan jumlahnya sekitar 200 unit dan diatas kapal ikan tersebut diperkerjakan ribuan Nelayan yang menggantungkan hidupnya untuk keluarga.Sejak 1 Februari 2014 lalu kapal ikan berbobot 30 gross ton terpaksa menghentikan oprasinya dan menambatkan kapalnya didermaga , sementara pekerjanya terpaksa mengganggur , untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya ribuan nelayan tersebut terpaksa beralih propesi.Zulpahri Siagian menambahkan jika kapal ikan berbobot 30 gross ton selama ini memakai BBM bersubsidi namun bila kapal tersebut menggunakan BBM nonsubsidi maka jelas akan merugi , selain hasil tangkapan menurun biaya oprasi lainnya juga membengkak .Menyikapi hal tersebut , DPD HNSI dalam rapat dengan seluruh anggota diseluruh Indonesia Senin kemarin memutuskan sambil menunggu Pemrintah melakukan revisi atas larangan itu Kamis (6/2/2014) seluruh nelayan yang ada di Belawan akan mengadakan aksi unjuk rasa besar besaran diseputaran perairan Belawan menghambat arus kapal dari Manca negara dan Nasional yang memasuki alur Pelabuhan Belawan .Aksi tersebut menuntut dibatalkannya larangan kapal nelayan diatas 30 Gross ton menggunakan BBM bersubsidi , Pemerintah dinilai tidak berpihak kepada nelayan dan tidak prihatin kepada ribuan nelayan yang berkerja diatas kapal tersebut.Sementara itu salah seorang pengusaha BBM di Pelabuhan Perikanan Samudra Gabion Belawan , Ijah , mengatakan bahwa penjualan BBM kekapal kapal ikan akhir akhir ini menurun. Biasanya mereka setiap harinya bisa menjual BBM sebanyak 15 ton dan saat ini hanya biasa menjual sekitar 5 ton saja dan itupun terkadang tak ada yang membelinya.(hendrik/Adm)