MATATELINGA, Medan: Rapat Panitia Khusus (Pansus) Penyelenggara Ketenagakerjaan DPRD Medan bersama BPJS Ketenagakerjaan dan Dinas Tenaga Kerja Medan mengungkap fakta mengejutkan soal pembangunan Megaproyek Podomoro City Land.Seluruh anggota Pansus yang diketuai HT Bahrumsyah mengaku sangat terkejut dengan pernyataan hingga 25 orang tenaga kerja yang meninggal pada masa pembangunan Podomoro City Land. Pernyataan ini awalnya disampaikan Kabid Pemasaran BPJS Cabang Medan Tenaga Kerja Medan, Armada Kaban di dalam rapat tersebut.Armada mengakui bahwa sebanyak 25 tenaga kerja yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja dikarenakan Podomoro City Land mendaftarkan tenaga kerja mereka menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga pada saat terjadi kecelakaan kerja pihak BPJS mengeluarkan klaim asuransi terhadap ke-25 tenaga kerja tersebut." Dari data klaim asuransi yang kami terima ada sebanyak 25 orang tenaga kerja yang bekerja pada pembangunan Podomoro City Land meninggal dunia karena kecelakaan kerja, " katanya dalam rapat Pansus Penyelanggara Ketenagakerjaan, Rabu (22/11).Namun anehnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja Medan, Hannalore Simanjuntak menyebutkan kalau pihaknya tidak mengetahui jumlah tersebut karena dirinya baru menjabat kepala dinas untuk menggantikan Armansyah Lubis."Saya kan hanya menggantikan Kadis yang lama. Terus sekarang juga pengawasannya sudah dilimpahkan ke pemprovsu, " ucapnya singkat.Menyikapi itu, Ketua Pansus Penyelanggara Ketenagakerjaan DPRD Medan, HT Bahrumsyah sangat menyayangkan dengan lemahnya sistem pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja kala itu sehingga bisa ' kecolongan' mengenai jumlah tenaga kerja yang meninggal di Podomoro City Land."Kami sangat terkejut mendengar itu, " keluhnya.Dalam kesempatan itu juga Bahrumsyah juga mempertanyakan peran dari aparat kepolisian juga yang tidak memberikan paparan secara terbuka terkait jumlah tenaga kerja yang bekerja di Podomoro yang meninggal akibat kecelakaan kerja. (mtc/amr)