MATATELINGA, Tobasa: Dua orang selamat dari timbunan tanah longsor saat perbaikan saluran irigasi di Desa Matio, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Somosir pada Jumat pagi (12/1/2018) . Kedua orang tersebut bermarga Tambunan dan Tampubolon. Keduanya kini dirawat di rumah sakit HKBP Balige. Salah satu korban marga Tambunan mengatakan kepada media matatelinga.com. bahwa peristiwa tertimbunnya dirinya dan Tampubolon adalah pada saat gotong royong memperbaiki saluran irigasi yang rusak karena terkena bencana alam."Saat gotong royong, saya sedang memotong pohon pakai mesin singsaw. Sementara yang lain sibuk memperbaiki saluran irigasi. Tiba- tiba tanah bergerak dan menekan pohon tersebut ke arah saya hingga menjepit kaki sebelah kanan. Sementara satu kawan saya Tampubolon sudah tertimbun tanah longsor" ungkap Tambunan.Warga lantas berusaha sekuat tenaga mengeluarkan Tampubolon dari timbunan tanah tersebut. Hampir sekitar 20 menit warga baru bisa menolong Tampubolon yang sudah dalam kondisi lemas. Tampubolon saat itu juga dilarikan ke Rumah Sakit terdekat. Warga tidak menyangka jika tanah tersebut mengalami pergerakan dan menimpa dua orang warga. Pak Tambunan salah satu korban yang memiliki 5 (lima) orang anak mengatakan jika dirinya merupakan petugas P3A (Petugas Penjaga Pintu Air) . "Walaupun honor kecil, kami tetap bekerja agar petani bisa mendapatkan air dengan membersihkan Bondar Sibitara Matio tempat lokasi kejadian" lanjut beliau. Namun dirinya tak menyangka akan terjadi seperti ini. Kedua korban saat ini masih dalam perawatan rumah sakit. Pak Tambunan mengalami luka sobek pada betis kanan dan mendapatkan 20 (dua puluh) jahitan. Sementara Pak Tampubolon mengalami sesak dan masih dirawat di ruang terpisah. (Mtc/Pintor)