Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Lapor Polisi Karena Anaknya Dicabuli, Keluarga Korban Malah Kena Teror

Lapor Polisi Karena Anaknya Dicabuli, Keluarga Korban Malah Kena Teror

- Jumat, 19 Januari 2018 16:16 WIB
Mtc/dra
Aksi pencabulan yang menimpa seorang bocah berusia 6 tahun di Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) sebut saja Melati (bukan nama sebenarnya) oleh tetangganya yang berinisial PH (50) berujung teror. Pasalnya, pihak keluarga yang te
MATATELINGA, Paluta : Aksi pencabulan yang menimpa seorang bocah berusia 6 tahun di Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) sebut saja Melati (bukan nama sebenarnya) oleh tetangganya yang berinisial PH (50) berujung teror. Pasalnya, pihak keluarga yang telah melaporkan kejadian ke Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) mendapat intimidasi keluarga tersangka.

Kepada wartawan, Jumat (19/1) siang, orang tua angkat korban, Tiaden Siregar (30) warga Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Tapsel mengatakan, usai pihaknya melaporkan kejadian tersebut istri PH berinisial RH dan anak PH datang menyamperi dirinya. Dengan nada marah, isteri PH mengancam kalau mereka akan melaporkan keluarga korban ke polisi atas kasus fitnah.

"Dibilang orang itu kalau kami sudah memfitnah mereka. Makanya kami mau dilaporkan orang itu kami ke polisi," ujar Tiaden.

Kendati demikian, Tiaden merasa tidak takut atas ancaman tersebut. Pasalnya, mereka yakin kalau korban merupakan korban pencabulan oleh tersangka.

"Mana mungkin anak kecil bohong. Disamping itu juga, kalau buang air kecil selalu dilihatnya kemaluannya. Dibilangnya sama kami kalau kemaluannya sakit," tegas Tiaden.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Padangsidimpuan, Friska Harahap mengatakan, pihaknya akan terus memantau kasus ini sampai tuntas. Pasalnya, dari pengakuan korban dan para saksi sudah menguatkan kejadian tersebut.

"Kita akan terus pantau kasus ini sampai tuntas. Lantaran dari pengakuan dan para saksi, sudah kuat menjerat tersangka," tungkasnya.

Untuk itu, LPA meminta pihak kepolisian untuk serius menangani kasus pencabulan ini. Sebab, saat ini aksi pencabulan sudah kian marak di Indonesia.

"Jika polisi tidak serius, maka nanti anak-anak kita yang merupakan generasi bangsa akan menjadi korban berikutnya. Untuk itu, LPA meminta pihak kepolisian untuk serius dalam menangani kasus ini," tandasnya.

Sekedar mengingatkan, aksi pencabulan yang menimpah Melati terjadi, Minggu (7/1) siang. Kala itu, Melati dan teman-temannya tengah bermain masak-masakan di salah satu gubuk di tepi sawah dekat kediamannya.

Tak lama berselang, PH mendatangi anak-anak tersebut sembari membawa rambutan. Saat itulah, PH pun kemudian membagi rambutan tersebut kepada teman-teman Melati sembari menyuruh teman-teman Melati pergi meningalkan dirinya dan Melati di gubuk tersebut.

Usai mereka pergi, PH pun kemudian menggeranyangi tubuh bocah ingusan tersebut. Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, PH pun menyuruh Melati kembali bermain dengan teman-temannya.

Dengan polosnya, Melati pun menceritakan aksi pencabulan yang menimpahnya tersebut kepada teman-temannya. Alhasil, kabar tersebut pun akhirnya tersebar ke seluruh warga.

Tak terima atas kejadian yang menimpah anaknya tersebut, Tiaden pun melaporkan kejadian tersebut kepihak kepolisian. Sialnya seakan tahu keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi, PH melarikan diri. (mtc/ind)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Polrestabes Medan Terbitkan DPO Pelaku Dugaan Pencabulan

Berita Sumut

Modus Tuduh Curi Kutex, Pria Tubang Cabuli ABG

Berita Sumut

Sidang Suap Proyek Jalan di Sumut: Mantan Kapolres Tapsel Yasir Ahmadi Ungkap Hubungan Akhirun dan Topan Ginting

Berita Sumut

Merasa Didiskriminasi, Keluarga Brigadir Polisi Edy Alfaris Minta Perlindungan Hukum dan Keadilan

Berita Sumut

Kabarnya Ada kekerasn di Dalam Asrama, Sampai Laporan ke Polisi

Berita Sumut

Gara Gara Wanita Autisme, Kakek Jalani Usia Senjanya di 'Terali Besi'