MATATELINGA, Medan: Pasangan bakal calon Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Rajekshaha alias Ijeck akan memaksa pemilih datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) 27 Juli mendatang. Ini menyusul semakin rendahnya tingkat partisipasi pemilih di Sumatera Utara. Jika berkaca dari pemilihan Wali Kota Medan, tingkat partisipasi pemilih hanya 25,38 persen dari total DPT 1.985.096. Edy yang berpasangan dengan Musa Rajekshah mengaku tidak takut kehilangan suara dengan minimnya "Saya sangat tidak memaksa saudara-saudara saya yang ada di depan saya ini untuk memilih saya di tanggal 27 Juli yang akan datang. Yang saya paksa adalah Saudara -saudara datang ke TPS. Makanya, dasar saya bicara ini satu kejujuran," kata Edy Rahmayadi dalam acara Temu Ramah bersama Insan Pers di Kota Medan, Selasa (23/1/2018). Bagi pasangan berjuluk ERAMAS ini, pihaknya akan mengimbau masyarakat untuk datang ke TPS. Terlepas para pemilih mau memilih siapa nantinya di dalam TPS. "Bertanggung jawablah untuk menjadikan pemimpin di Sumatera Utara ini," ujarnya. Dalam pidatonya, Ketua Umum PSSI itu meminta agar masyarakat memilihnya bukan karena latar belakang agama. Dia hanya ingin masyarakat Sumatera Utara untuk jujur dalam menentukan pilihan. "Saya tak cerita, soal akidah, ini bukan dimesjid, bukan di balai pengajian, bukan di pesantren. Jangan pilih Djarot sama Sihar karena dia kristen. Karena Sumatera Utara ini isinya, ada Islam, ada kristen, katolik ada Buddha ada Kong Hu Cu," ungkapnya dihadapan ratusan wartawan. Untuk diketahui, dalam pemilihan Gubernur Sumut kali ini, Bapaslon Edy-Ijeck mendapat koalisi gemuk dari enam partai yakni, Golkar, Gerindra, Hanura, NasDem, PKS dan PAN . Jika ditotal, Edy-Ijeck mendapat dukungan 60 kursi di DPRD. Disusul pesaingnya, pasangan JR Saragih-Ance Selian yang mendapat dukungan dari Demokrat, PKB dan PKPI dengan total 20 kursi. Terakhir ada pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus yang mendapat dukungan PDI Perjuangan dan PPP dengan total 20 kursi