MATATELINGA,Pematangsiantar: Bahas masalah kemanusiaan antara Palestina - Israel, Tokoh Nasional yang juga ketua ICMI Pusat Prof Jimly Ashiddiqie, Uskup Agung Medan Anicetus B Sinaga, FKUB Papua Pendeta Lipiyus, dan Ephorus GKPS Rumanja Purba menggelar seminar di STT HKBP Pematang Siantar.Keseluruhan narasumber sepakat dalam pertemuan pertama ini, masalah Palestina - Israel bukanlah masalah agama antara Islam dan Yahudi, melainkan masalah penindasan satu negara ke negara lainnya.Prof Jimly Asiddiqi menguraikan materinya dihadapan 300 peserta dari tokoh pemuda dan agama mengatakan menciptakan perdamaian di Palestina bukanlah persoalan yang mudah, dibutuhkan komimen dari semua pihak dari masing masing negara yang ada di dunia untuk menyuarakan perdamaian.Khususnya di Indonesia, jangan sampai, masalah Palestina - Israel menjadi masalah agama di Indonesia, jadi seluruh tokoh dan pemuka agama, harus lebih keras bersuara, untuk menjaga perdamaian."Perlu dilakukan deklarasi nasional untuk menyuarakan perdamaian di Palestina, bukan hanya umat islam, tapi seluruh umat beragama," Pintanya.Sama seperti masalah terorisme, kata Jimly, dahulu tidak ada issu terorisme, tapi sekarang tindakan radikal ada dimana mana, itu disebabkan, masalah Palestina yang tidak selesai sampai beberapa dekade sekarang ini, coba masalah Palestina diselesaikan, mungkin aksi radikal akan berkurang. Uskup Agung Medan Anicetus B Sinaga, menambahkan kalau dahulu orang berperang membawa senjata, sekarang ini kita harus berperang membawa perdamaian. Sudah terlalu banyak pertumpahan darah, jadi semua itu harus dihentikan."Sudahlah, mari kita lupakan masa lalu, perang dimana banyak memakan korban, mari kita suarakan perdamaian baik di Indonesia maupun di Palestina," ungkapnya.Di Indonesia pastinya, kata Uskup Agung, perdamaian harus terus dijaga, toleransi harus terus digelorakan. "Intinya, bagaimana kita di Indonesia bisa menyuarakan Palestina bisa berdamai," Pendeta Rumanja purba dari Ephous GKPS Simalungun menegaskan, kita harus terus mendorong Presiden Jokowi untuk mengambil peranan yang lebih besar lagi dalam menciptakan perdamaian di Palestina dan dunia."Kita tunjukkan kepada Dunia, berawal dari Indonesia dengan terus menjaga toleransi dan Kebhinekaan, dengan menjaga perdamaian," tutupnya disesi seminar.Semua tokoh pemuda dan agama bersepakat untuk menggalang suara perdamaian untuk Palestina dan Dunia hingga ketingkat nasional. Seminar ditutup sekitar pukul 18.00 wib.(mtc/fae)