MATATELINGA,Tobasa: Kebejatan ayah dan paman kandung atas perilakunya terhadap AS (15) menampar wajah pemerintah kabupaten Toba Samosir Sumatera Utara. Hal ini disampaikan Bupati Toba Samosir Ir. Darwin Siagian di Polres Toba Samosir Jumat, 2/2/18.Menurutnya, kejadian yang memalukan ini sungguh tidak bisa ditolelir dan sudah termasuk darurat moral. Bupati saat mendengar kejadian ini merasa prihatin dan akan bertindak cepat dan bekerjasama dengan Komnas Perlindungan Anak.AS (15) korban kebejatan ayah dan paman, JS dan AMN yang masih anak kandungnya dan menjadi budak sex sejak Nopember 2015-Januari 2018. Perlakuan yang diterima korban AS yang masih polos dan belia tersebut hingga hamil 4 bulan. Kedua pelaku kini diamankan Polres Tobasa untuk dimintai keterangan dan sudah ditetapkan tersangka oleh penydik.Bupati yang datang bersama Komas Perindungan Anak Aris Merdeka Sirait mengatakan akan melakukan tindakan cepat di setiap desa. Dalam rencananya, bupati akan mendiskusikan rencana pembinaan disetiap desa. "Kami akan membicarakan kedepan bagaimana dana desa bisa dilakukan untuk pembinaan disekitar masyarakat-masyarakat di desanya" tutur beliau. Darwin Siagian juga akan bekerja sama dengan Komas Perlindungan Anak dalam hal pembangunan rumah aman bagi korban-korban seksual. "Kita akan lanjutkan kerja sama dengan Komnas Perlindungan Anak membuat rumah singgah atau rumah aman bagi korban-korban kekerasan seksual" lanjut beliau.Hal ini menurut Darwin Siagian dilakukan untuk melindungi korban dan menjegah kejadian ini terulang kembali. "Dalam bulan Januari saja, Polres Tobasa mendapat laporan 3 (tiga) korban asusila. Ini menandakan bahwa Toba Samosir harus segera bertindak,"pungkasnya. (mtc/Pintor)