MATATELINGA, Medan : Masalah kebangsaan yang bermunculan karena generasi muda meninggalkan nilai-nilai Pancasila. Ini disampaikan anggota DPD/MPR RI Drs. H. Rijal Sirait saat melaksanakan sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada siswa-siswi Madrasah Aliyah Swasta Al Washliyah Kota Tebing Tinggi pada Jumat, 09/03/2018.Dalam kesempatan itu, Rijal mengatakan kunci dalam pengimplementasian Pancasila dalam kehidupan bernegara dan berbangsa di Indonesia adalah harus adanya integrasi nilai-nilai yang ada dalam Pancasila kedalam seluruh aspek kehidupan di masyarakat, yaitu sistem pendidikan, sistem politik, pertahanan keamanan, sistem ekonomi, dan kehidupan sosial berbangsa dan bernegara. "Dengan terintegrasinya Pancasila, maka transformasi menuju bangsa yang makmur, sejahtera, dan ber-Bhineka Tunggal Ika akan lebih cepat terwujud dalam kesatuan wilayah Indonesia," kata Rijal.Dalam kesempatan yang sama Wakil Walikota Tebing Tinggi, Oki Doni Siregar menghimbau kepada siswa-siswi agar perlu memahami, usaha memecah belah bangsa Indonesia sudah ada sejak lama. Dengan adanya penanaman empat pilar, terutama menjiwai Pancasila, maka bangsa Indonesia, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta tidak akan mudah terpancing isu Suku Agama Ras dan Antargolongan. "Selain itu juga tidak mudah terkontaminasi budaya barat. Budaya barat yang positif boleh kita ambil dan ditiru, akan tetapi budaya barat yang tidak cocok dengan bangsa Indonesia tidak perlu ditiru," ujar Doni di sela-sela sambutannya. Sosialisasi 4 Pilar ini di isi oleh ceramah dari narasumber yaitu Bapak H. M. Arifin Umar, MA dan Drs. H. Dariansyah Emde yang menekankan bahwa Pancasila sebagai dasar negara perlu diinternalisasikan sejak dini. Hal tersebut dikarenakan Pancasila adalah pilihan yang tepat yang telah dirumuskan, dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional bersatu, berdaulat, adil dan makmur. (mtc/fae)